Hijab Berbarcode: Efaz Satukan Fashion, Teknologi, dan Literasi
Dr. Evi Faozia Anas menghadirkan inovasi lewat merek Efaz, hijab dengan barcode yang menyatukan fashion muslimah, teknologi digital, dan literasi. Konsumen cukup memindai barcode pada hijab untuk mengakses karya tulis dan konten edukasi melalui ponsel, sehingga produk tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap busana tetapi juga media pengetahuan.
Konsep dan cara kerja
Keunikan Efaz terletak pada barcode yang disematkan pada tiap helai hijab. Cara pakainya sederhana: konsumen membuka kamera ponsel lalu memindai barcode untuk langsung mengakses konten literasi yang terkait.
Dengan metode ini, setiap hijab menjadi akses digital ke karya-karya penulis yang dapat dibaca kapan saja dan di mana saja. Pendekatan itu menjadikan produk lebih dari sekadar fashion; ia menjadi wadah penyebaran karya dan gagasan.
Manfaat bagi pembeli dan upaya literasi
Konsep hijab berbarcode memberi pengalaman berbeda bagi pembeli. Selain mendapatkan produk fashion, konsumen memperoleh manfaat intelektual serta inspirasi dari konten yang tersedia.
Menurut Evi, penggunaan barcode juga berperan sebagai bagian dari personal branding Efaz dan storytelling untuk memperkenalkan karya-karyanya lebih luas.
“Pada intinya, saya ingin setiap helai hijab ini tidak hanya mempercantik penampilan luar pemakainya, tetapi juga memperkaya wawasan dan jiwa mereka,” ujar Evi.
Kepraktisan dan efisiensi digital
Integrasi teknologi digital dinilai lebih praktis dibandingkan penyebaran buku fisik. Konten yang dapat diakses lewat ponsel memungkinkan pembaca membawa pengetahuan dalam perangkat yang hampir selalu mereka gunakan.
Dengan demikian, Efaz menawarkan solusi hemat ruang dan ramah pengguna untuk meningkatkan minat baca masyarakat tanpa bergantung pada distribusi buku fisik.
Peran UMKM dan rencana pengembangan
Evi melihat peran UMKM sebagai kunci dalam mendorong ekonomi lokal dan pemberdayaan sosial. Menurutnya, UMKM dapat membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta membantu pemerataan ekonomi.
Ke depan, Efaz berencana memperluas jangkauan pasar dan literasi, mengembangkan variasi produk dan konten digital, serta berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja.
- Perluasan pasar dan literasi
- Inovasi produk dan konten digital
- Kontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja
Dengan menggabungkan fashion, teknologi, dan literasi, Efaz mencoba menciptakan model bisnis yang berkelanjutan sekaligus menjadi pembeda di arena fashion muslimah.
Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...