Kesehatan

Wamenkes dan Menteri Jerman Perkuat Produksi MMS di Bayer Cimanggis

Bagikan:
Delegasi RI-Jerman meninjau fasilitas Bayer Cimanggis yang memproduksi MMS dan memiliki panel surya atap

Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono dan Menteri Federal Jerman untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Reem Alabali Radovan meninjau fasilitas PT Bayer Indonesia di Cimanggis, Depok, pada Rabu, 18 Agustus 2026. Kunjungan itu bertujuan memperkuat komitmen produksi Multiple Micronutrient Supplements (MMS) serta mendukung keberlanjutan manufaktur kesehatan di Indonesia.

Kunjungan delegasi dan tujuan strategis

Delegasi Jerman hadir untuk mempererat kemitraan strategis bilateral dalam bidang keberlanjutan dan penguatan sektor swasta. Selain Reem dan Dante, hadir pula Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ralf Beste yang mendampingi kunjungan di pabrik Bayer Cimanggis.

Reem menekankan peran investasi dan inovasi dalam mendorong manfaat luas bagi masyarakat dan industri.

“Fasilitas Bayer di Cimanggis menunjukkan bagaimana investasi berkelanjutan dan inovasi dapat memberikan manfaat bagi semua pihak,”

Menurutnya, pendekatan ini juga dapat memajukan energi terbarukan sekaligus memperkuat kapabilitas manufaktur lokal.

Investasi, kapasitas produksi MMS, dan fokus kesehatan ibu

Bayer menginvestasikan Rp99 miliar untuk membangun lini produksi MMS dan fasilitas penelitian. Lini ini mendukung produksi suplemen prenatal standar UNIMMAP yang mengandung 15 vitamin dan mineral esensial bagi ibu hamil.

Kapasitas produksi dilaporkan mencapai 1,2 miliar tablet MMS per tahun, tersedia dalam kemasan botol dan blister. Produksi tersebut diharapkan membantu Kementerian Kesehatan mencapai target jangkauan ibu hamil.

"Kementerian Kesehatan menargetkan untuk menjangkau 4,9 juta ibu hamil setiap tahunnya,"

"Guna mewujudkan target ini, kita tentu memerlukan pasokan MMS yang berkualitas, andal, dan konsisten,"

Head of Bayer Supply Center Healthcare Cimanggis Priscilla Silvan Praritza menegaskan komitmen perusahaan untuk mendukung agenda pembangunan nasional melalui investasi berkelanjutan.

“Kunjungan ini mencerminkan komitmen jangka panjang PT Bayer Indonesia untuk terus mendukung agenda pembangunan nasional,”

Energi terbarukan: panel surya atap dan pengurangan emisi

Delegasi meninjau instalasi panel surya atap seluas 1,66 hektare dengan kapasitas 2.054 kWp. Instalasi ini mampu memenuhi sekitar 43 persen kebutuhan energi fasilitas Bayer Cimanggis.

Penggunaan energi surya turut mengurangi emisi karbon hingga 2.073 ton CO₂ per tahun, menjadikan fasilitas ini salah satu instalasi tenaga surya terbesar di kalangan perusahaan farmasi multinasional di Indonesia.

Dampak manufaktur lokal dan ekspor

Pabrik Cimanggis melayani kebutuhan domestik sekaligus mengekspor produk kesehatan ke lebih dari 42 negara. Bayer menyatakan fasilitas ini menjadi pusat manufaktur strategis secara global.

Kolaborasi antara pemerintah dan industri dinilai krusial untuk memastikan ketersediaan produk kesehatan berkualitas dan mendukung prioritas kesehatan ibu dan anak di Indonesia.

Dengan kombinasi investasi manufaktur, kapasitas produksi MMS yang besar, dan penerapan energi terbarukan, kunjungan ini menegaskan arah kolaborasi yang menggabungkan tujuan kesehatan publik dan pembangunan berkelanjutan.

Putri Anindya
Penulis
Putri Anindya

Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.

Berita Terkait