Wamenkomdigi Dorong Digitalisasi UMKM agar Naik Kelas
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) beralih dari pola usaha konvensional menuju pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing. Pernyataan itu disampaikan pada Serah Terima Amanah (SERTINAH) Pengurus Komunitas Tangan Di Atas (TDA) pada Selasa, 25 Agustus 2026.
Penetrasi internet buka peluang pasar
Nezar menilai penetrasi internet nasional yang telah mencapai 80,6 persen memberikan peluang signifikan bagi UMKM untuk memperluas pasar. Menurutnya, akses konektivitas yang lebih merata memungkinkan pelaku usaha menggaet konsumen di luar daerah dan meningkatkan volume transaksi.
Dari go digital menuju go produktif dan go kompetitif
Wamenkomdigi menekankan bahwa digitalisasi tidak cukup hanya dengan hadir di platform online. Digitalisasi harus mendorong peningkatan produktivitas, efisiensi operasional, dan kapabilitas bersaing UMKM agar bisa tumbuh berkelanjutan.
"Kalau dulu kita masih pakai bendera go digital, sekarang harus mengarah kepada go produktif dan go kompetitif,"
Peran platform dan ekosistem usaha
Nezar menyebut pemanfaatan platform digital dapat memperluas jangkauan usaha sekaligus menjadi sarana peningkatan kapasitas bisnis. Dengan dukungan infrastruktur yang tepat, UMKM berpeluang mengubah transaksi lokal menjadi akses pasar nasional maupun internasional.
"Banyak contoh UMKM yang naik kelas melalui platform digital, bahkan sejumlah UMKM juga bisa berkembang besar dan bahkan sudah go global,"
Kolaborasi untuk percepatan transformasi
Menurut Nezar, peningkatan produktivitas dan daya saing UMKM perlu didukung oleh kolaborasi antarpelaku usaha. Ia mendorong komunitas seperti TDA memperkuat jejaring dan ekosistem usaha untuk berbagi keterampilan, pengalaman, serta peluang bisnis.
"Semua harus bisa lebih produktif dan berkembang lebih besar,"
Kolaborasi tersebut diharapkan mempercepat transformasi UMKM dari sekadar memanfaatkan teknologi menjadi usaha yang benar-benar produktif dan kompetitif. Pemerintah pun terus mengarahkan pembangunan konektivitas agar memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat.
Dampak ke depan
Jika implementasi kebijakan dan kolaborasi berjalan efektif, UMKM berpeluang naik kelas secara kolektif. Dari sisi kebijakan, fokus pada perluasan konektivitas dan peningkatan kapasitas digital menjadi kunci untuk memastikan manfaat ekonomi dari digitalisasi dapat dirasakan lebih luas.
Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...