Ekonomi

KAI Commuter Siapkan KRL 12 Rangkaian untuk Green Line

Bagikan:
Rangkaian KRL Green Line menunggu upgrade gardu listrik dan revitalisasi peron

KAI Commuter menyiapkan pengoperasian KRL 12 rangkaian pada lintas Green Line (Tanah Abang–Rangkasbitung) dengan prioritas upgrade gardu listrik untuk mengurai kepadatan. Rencana itu dipaparkan pada Senin, 24 Agustus 2026, di Kantor Pusat KAI Commuter, Stasiun Juanda, Jakarta.

Upgrade gardu listrik dan target operasional

Manajemen PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menyatakan fokus utama adalah memperkuat pasokan daya aliran atas. Penambahan dan peningkatan gardu listrik dianggap syarat mutlak agar rangkaian panjang SF12 dapat dijalankan tanpa mengubah sistem persinyalan.

Direktur Utama KCI Muhammad Purnomosidi menargetkan pengoperasian penuh SF12 pada paruh pertama tahun depan. Headway atau interval perjalanan disebut akan tetap dijaga sekitar 10 menit pada tahap awal.

"Jadi yang sekarang ini kita siapkan, KAI dengan KCI itu terkait dengan prioritasnya adalah ke Green Line. Jadi yang prioritas adalah kita meng-upgrade gardu sama menambah beberapa gardu baru sehingga bisa dijalankan SF12. Tapi dengan headway yang masih tetap, karena persinyalannya enggak dirubah,"

Keselamatan: penutupan perlintasan liar

Selain kelistrikan, KCI meningkatkan aspek keselamatan dengan menutup sejumlah perlintasan liar, khususnya di wilayah Banten dekat Stasiun Rangkasbitung. Penutupan ini dilakukan melalui koordinasi intensif dengan Daop 1 yang berwenang mengelola penjagaan perlintasan.

"Yang menutup perlintasan, tupoksinya KCI ini kan hanya Badan Usaha Pengelola Sarana, jadi kami enggak mengelola penutupan pintu perlintasan. Tapi tetap kita men-support teman-teman Daop 1 sebagai tempat kita berkoordinasi dan beroperasi. Kebetulan tadi saya habis ketemu Pak Kadaop 1, ini yang di Rangkas nih jadi prioritas,"

Persiapan Gapeka baru dan penataan operasi

KCI juga menyiapkan pola operasi baru menjelang penerapan Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) yang direncanakan berlaku 1 November. Simulasi dibuat untuk skema pengumpan dan perjalanan langsung agar distribusi penumpang lebih merata.

"Kita sedang mengevaluasi, kan kebetulan nanti tanggal 1 November rencana kan ada pemberlakuan Gapeka baru. Jadi apakah nanti, ini masih kita kita hitung ya, kita analisa dengan teman-teman kantor pusat. Apakah nanti hanya rute feeder Nambo–Depok atau Nambo–Citayam,"

Revitalisasi peron dan pengurangan headway

KAI Commuter juga melakukan revitalisasi peron dan penambahan jalur persilangan antarstasiun. Tujuannya memperpendek waktu tunggu dan mempercepat perjalanan di koridor dengan animo tinggi, termasuk pengecekan peron di Stasiun Cibinong untuk menurunkan headway yang kini masih panjang di beberapa titik.

"Termasuk kita sedang cek agar headway-nya bisa pendek. Kan sekarang satu jaman, bisa 30 menit, itu kita lagi coba perbaiki peron yang ada di Stasiun Cibinong,"

VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda menegaskan perlunya penataan layanan seiring meningkatnya kepadatan penumpang di berbagai koridor. Langkah teknis dan koordinasi lintas unit dinilai penting untuk memastikan KRL 12 rangkaian dapat beroperasi aman dan andal.

Dengan kombinasi upgrade gardu listrik, penutupan perlintasan liar, revitalisasi stasiun, dan penyesuaian Gapeka, KAI Commuter berharap peningkatan kapasitas dan keselamatan Green Line terealisasi pada semester mendatang.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait