‘Munafik: Melawan Iblis’ Tonjolkan Identitas Indonesia
Film Munafik: Melawan Iblis hadir sebagai proyek kolaborasi Indonesia–Malaysia yang menegaskan identitas budaya lokal. Pengumuman ini disampaikan pada press conference di Epicentrum XXI Jakarta, Senin, 24 Agustus 2026, menjelang penayangan film yang dijadwalkan mulai 3 September 2026. Produser dan sutradara menegaskan pengembangan cerita mempertahankan ruh Ustaz Adam sekaligus menyesuaikan gaya yang lebih kekinian untuk penonton Indonesia.
Kolaborasi dan penekanan budaya lokal
Produser Oswin Bonifanz menyatakan tujuan utama adalah menghadirkan kisah yang dekat dengan masyarakat Indonesia. Ia menekankan pentingnya unsur budaya agar film ini memiliki ciri khas kebangsaan.
“Munafik: Melawan Iblis ini memang harus menjadi signature film Indonesia. Local culture Indonesia itu harus sangat dekat dengan Indonesia,” ujar Oswin.
Perwakilan Malaysia, Datuk Yusof Haslam, menyambut baik hasil kerja sama dan melihat potensi kelanjutan kerja sama lintas negara di proyek-proyek berikutnya.
“Saya yakin kerjasama antara Indonesia dan Malaysia ini bukan hanya sekadar Munafik yang ini. Tetapi mungkin dalam film-film yang akan datang,” ujar Yusof.
Tantangan kreatif dan perubahan versi Indonesia
Sutradara Guntur Soeharjanto menyebut tantangan utama adalah membuat versi yang lebih relevan untuk penonton masa kini. Ia mengatakan perkembangan cerita tetap menjaga karakter Ustaz Adam dari film sebelumnya, namun melakukan penyesuaian pada sinematografi dan perjalanan cerita.
“Kita coba cari jalan keluarnya. Kita coba bikin menjadi lebih bagus, lebih keren dan lebih kekinian,” kata Guntur.
Menurut Guntur, perbedaan versi Indonesia muncul pada aspek visual, karakterisasi, dan konteks cerita agar pengalaman menonton lebih dekat dengan nuansa lokal.
Jadwal tayang dan pemeran
Munafik: Melawan Iblis dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 3 September 2026. Film ini disutradarai Guntur Soeharjanto dan menampilkan deretan pemeran utama Indonesia.
- Arya Saloka
- Acha Septriasa
- Dimas Aditya
- Donny Damara
- Nova Eliza
Implikasi dan prospek
Kolaborasi ini menunjukkan model produksi lintas negara yang tetap mengedepankan identitas lokal. Jika respons penonton positif, pihak produksi membuka peluang melanjutkan kerja sama dalam proyek film lain. Keputusan lanjutan akan bergantung pada penerimaan pasar dan hasil komersial saat film dirilis.
Jurnalis hiburan yang fokus pada dunia selebritas, film, musik, dan budaya populer.
Berita Terkait
Madani Film Festival 2026 Usung Tema Rimpang, Digelar 7-11 Oktober
Madani Internasional Film Festival 2026 bertema Rimpang digelar 7-11 Oktober di Jakarta, mendorong kolaboras...
Song Kang dan Kim Sohyun Reuni di Drakor 'White Scandal'
Song Kang dan Kim Sohyun dipastikan reuni sebagai pemeran utama drama MBC 'White Scandal', adaptasi webtoon...
DKJ Imbau Warga Waspada Pembelian Tiket 'Orchestra Experience'
DKJ mengimbau warga berhati-hati membeli tiket 'Orchestra Experience' setelah laporan dan pembatalan mendada...
Olivia Pilih Isyana untuk Lagu Pancasila Beraransemen Orkestra
Produser Olivia Zallianty memilih Isyana Sarasvati menyanyikan lagu Pancasila versi orkestra untuk menjangka...
Lee Jae Wook Bintangi Dead-End Job, Tayang 30 Oktober 2026
Lee Jae Wook membintangi serial Netflix Dead-End Job, tentang pekerja paruh waktu yang menerima tawaran berb...
Serial Fast & Furious Tayang 2028, Vin Diesel Jadi Produser
Peacock setujui serial Fast & Furious tayang 2028; Vin Diesel akan menjadi produser eksekutif dan proyek ber...