Mengapa Maulid Diperingati Setiap 12 Rabiul Awal?
12 Rabiul Awal umum dipakai umat Islam sebagai tanggal peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Tradisi ini berlangsung setiap tahun sebagai momentum mengenang kelahiran dan meneladani akhlak Rasulullah. MUI menyatakan tanggal itu telah menjadi tradisi keagamaan yang mengakar di banyak negara.
Asal penetapan tanggal
Penetapan 12 Rabiul Awal didasarkan pada sejumlah riwayat sejarah. Salah satu pendapat populer menyebut Nabi Muhammad lahir pada hari Senin, 12 Rabiul Awal. Pendapat ini dinisbatkan kepada catatan-catatan sahabat dan perawi klasik, termasuk riwayat yang diturunkan melalui Ibnu Ishaq dan Ibnu Abbas.
Perbedaan pendapat ulama
Meski demikian, para ulama tidak sepenuhnya sepakat tentang tanggal kelahiran Nabi secara detail. Dalam literatur sejarah Islam terdapat beberapa pandangan berbeda mengenai hari dan tanggal pasti. Perbedaan ini menunjukkan bahwa penetapan tanggal kelahiran Rasulullah menjadi bahan bahasan akademis dan tradisional.
Sejarah berkembangnya peringatan Maulid
Peringatan Maulid tidak ada pada masa hidup Nabi maupun pada masa sahabat secara terinstitusi. Catatan sejarah menunjukkan tradisi peringatan baru berkembang dan terlembagakan beberapa abad setelah wafatnya Rasulullah. Salah satu catatan menyebut perayaan besar dilakukan oleh Sultan Muzhaffaruddin Kokburi di Irbil pada awal abad ke-7 Hijriah.
Wujud peringatan di Indonesia
Di Indonesia, peringatan Maulid berbaur dengan budaya lokal. Bentuk perayaan bervariasi antar daerah. Contoh bentuk peringatan antara lain:
- Pengajian dan kajian sirah Nabi
- Pembacaan selawat dan doa bersama
- Tradisi budaya setempat yang dikemas dalam acara keagamaan
Makna dan fungsi peringatan
MUI menekankan bahwa peringatan Maulid sebaiknya menjadi momentum memperkuat cinta dan teladan kepada Nabi Muhammad SAW. Selain merayakan kelahiran, kegiatan ini dimanfaatkan untuk mengenang kehidupan, nilai moral, dan akhlak Rasul sebagai pedoman berperilaku.
Singkatnya, penggunaan 12 Rabiul Awal sebagai hari peringatan lahir dari satu pendapat populer tentang tanggal kelahiran Nabi, sementara secara historis masih terdapat perbedaan pandangan. Peringatan itu kini berfungsi sebagai sarana pendidikan agama dan refleksi moral bagi umat Islam.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
Koster Tetapkan Batas: Semua Papan Nama di Bali Wajib Aksara Bali hingga Apr 2027
Gubernur Bali Wayan Koster memberi tenggat akhir April 2027 bagi pemasangan aksara Bali pada papan nama publ...
PPBN 2026 Siapkan Generasi Muda Jadi Duta Pelestari Batik
PPBN 2026 angkat tema Batik Derawan dan Maratua; ajang ini membekali generasi muda jadi duta budaya lewat ka...
HBRC Bandung Rayakan Anniversary ke-17 di Ciwidey
HBRC Bandung merayakan Anniversary ke-17 di Ciwidey dengan sekitar 1.000 peserta, memperkuat ikatan komunita...
BRI Junio x MLBB: Kartu Debit Edisi Khusus dan Beragam Benefit
BRI berkolaborasi dengan Mobile Legends luncurkan BRI Junio: kartu debit edisi khusus, hadiah collectible, c...
Pemerintah Larang Konser Israel Houghton di Jakarta karena Isu Keamanan
Pemerintah melarang konser Israel Houghton di Jakarta 24 Okt 2026 karena kekhawatiran keamanan dan dugaan du...
Dubes RI Ottawa Gelar Runway dan Pameran Rayakan Hari Batik Nasional
Kedutaan RI di Ottawa menggelar pameran dan fashion show batik untuk merayakan Hari Batik Nasional, dihadiri...