Ekonomi

Menkeu Purbaya: Setiap Rupiah APBN Harus Bermanfaat untuk Rakyat

Bagikan:
Menteri Keuangan Purbaya meninjau realisasi APBN di Jawa Barat

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi SadewaAPBN) harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat saat mengunjungi Kanwil DJPb Jawa Barat, Selasa, 25 Agustus 2026. Kunjungan ini sekaligus meninjau realisasi APBN hingga 31 Juli 2026 dan pelaksanaan program-program pemerintah di provinsi tersebut.

Surplus regional dan capaian pendapatan

Hingga 31 Juli 2026, realisasi APBN di Jawa Barat mencatat surplus regional Rp22,02 triliun. Angka itu didorong oleh pendapatan negara yang terealisasi Rp85,61 triliun atau 45,41 persen dari target tahunan.

Pendapatan negara ini tumbuh 6,81 persen dibanding periode sama tahun lalu. Dari sisi perpajakan, penerimaan hingga akhir Juli mencapai Rp81,30 triliun, naik 7,35 persen secara tahunan.

Sektor yang menyumbang penerimaan

Kontribusi terbesar berasal dari industri pengolahan. Penerimaan pajak dari sektor ini tercatat Rp30,60 triliun atau 47,93 persen dari total penerimaan pajak.

Rincian penerimaan sampai akhir Juli 2026:

  • Pajak: Rp63,84 triliun (tumbuh 10,41 persen)
  • Kepabeanan dan cukai: Rp17,46 triliun

Realisasi belanja dan transfer ke daerah

Belanja negara di Jawa Barat terealisasi Rp63,59 triliun atau 57,02 persen dari pagu, mengalami kontraksi 1,45 persen secara tahunan. Namun belanja Kementerian/Lembaga justru tumbuh signifikan, mencapai Rp26,61 triliun atau naik 28,86 persen.

Peningkatan belanja K/L terutama terlihat pada belanja modal yang mencapai Rp3,11 triliun, tumbuh 115,37 persen dibanding tahun sebelumnya. Transfer ke Daerah (TKD) dan Dana Desa telah terealisasi Rp36,98 triliun (59,82 persen dari pagu).

Detail penyaluran:

  • Penyaluran TKD: Rp35,46 triliun
  • Dana Desa: Rp1,52 triliun

Program sosial dan dukungan pembiayaan

APBN juga mendukung program langsung ke masyarakat. Provinsi Jawa Barat melaksanakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di 27 kabupaten/kota melalui 6.794 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yang menjangkau 14.680.810 penerima manfaat.

Dukungan pembiayaan usaha rakyat turut berjalan. Hingga Juli 2026:

  • Kredit Usaha Rakyat (KUR): Rp23,24 triliun untuk 357,3 ribu debitur
  • Kredit Ultra Mikro (UMi): Rp1,31 triliun untuk 226,4 ribu debitur

Pertumbuhan ekonomi Jawa Barat pada triwulan II 2026 tercatat 5,73 persen secara tahunan, menunjukkan momentum positif yang didorong aktivitas ekonomi dan program pemerintah.

Pernyataan Menkeu dan langkah ke depan

“Kita ingin memastikan APBN di Jawa Barat tidak berhenti pada laporan penyerapan anggaran. Tetapi hadir dalam bentuk aktivitas ekonomi, dukungan usaha, pembangunan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.”

Menkeu Purbaya menambahkan bahwa pemerintah akan terus mengoptimalkan APBN sebagai instrumen untuk mendukung program prioritas nasional dan menjaga daya beli masyarakat.

“Kita pastikan anggaran negara dikelola secara optimal dan tepat sasaran. Serta mampu menjadi katalis bagi pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional.”

Dengan data realisasi dan program yang berjalan, pemerintah menargetkan APBN menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta penguatan kesejahteraan masyarakat ke depan.

Farhan Azhar
Penulis
Farhan Azhar

Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.

Berita Terkait