IHSG Dibuka Naik 0,19% namun Tertekan Potensi Pelemahan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada posisi 6.417,76 atau naik 0,19% di Bursa Efek Indonesia, Kamis, 27 Agustus 2026. Namun analis memprakirakan tekanan pelemahan masih membayangi akibat pelemahan rupiah dan meningkatnya kehati‑hatian investor terhadap risiko domestik.
Proyeksi pergerakan IHSG
Tim analis Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak melemah dan menguji level support psikologis 6. Mereka memproyeksikan rentang pergerakan pada perdagangan hari ini berada di kisaran 6.350-6.450.
"Secara teknikal, koreksi membawa IHSG kembali menguji area support psikologis 6. Dengan demikian, IHSG diprakirakan akan bergerak pada kisaran 6.350-6.450 pada perdagangan hari ini," ujar Tim Analis Phintraco Sekuritas.
Dampak pelemahan rupiah dan aliran modal
Rupiah melemah sekitar 0,15% ke level Rp17.731 per dolar AS, sehingga meningkatkan kehati‑hatian pelaku pasar terhadap risiko domestik. Sentimen ini diperburuk oleh aksi jual investor asing pada perdagangan sebelumnya, yang mencatat net sell sebesar Rp201,10 triliun.
Saham yang tercatat paling banyak dijual oleh investor asing antara lain:
- TPIA
- ISAT
- AMMN
- BBNI
- ITMG
Penguatan pengawasan lalu lintas devisa oleh BI
Phintraco juga mencermati pernyataan Bank Indonesia (BI) mengenai peningkatan pengawasan lalu lintas devisa. BI menyatakan akan memanfaatkan teknologi untuk mengawasi transaksi lintas negara, termasuk mencegah praktik under‑invoicing.
"Penguatan pengawasan lalu lintas devisa ini diperlukan untuk mengoptimalkan pengelolaan data serta menjaga kedaulatan ekonomi nasional," kata Phintraco mengutip pernyataan BI.
BI berencana memperkuat sinergi dan koordinasi implementasi kebijakan dengan kementerian/lembaga serta pemangku kepentingan lain.
Anggaran KIP Kuliah 2027
Pemerintah memproyeksikan anggaran KIP Kuliah untuk 2027 sebesar Rp15,37 triliun. Anggaran ini akan membiayai sekitar 966.623 mahasiswa penerima bantuan dan meningkat dibanding alokasi 2026 sebesar Rp15,3 triliun.
"Stimulus tersebut diharapkan akan membantu mendorong daya beli masyarakat. Selain memperluas akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa dari keluarga miskin dan rentan miskin," ujar Tim Analis Phintraco.
Pengaruh pasar global
Pasar saham AS menutup sesi Rabu melemah setelah data inflasi Personal Consumption Expenditure (PCE) Juli tercatat 3,7% secara tahunan, sedikit di atas ekspektasi 3,6%. Selain itu, ekonomi AS tumbuh 1,5% pada kuartal II 2026, melambat dari kuartal sebelumnya.
Risiko domestik lain yang diawasi pasar
Tim Analis Pilarmas Investindo Sekuritas menyorot rencana penyampaian aspirasi di kawasan MPR/DPR hari ini. Pelaku pasar berharap aksi tersebut berjalan damai agar stabilitas keamanan dan faktor fundamental makro tetap terjaga.
Secara keseluruhan, kombinasi pelemahan rupiah, penguatan pengawasan devisa, aliran modal asing, dan perkembangan kondisi global menjadi faktor yang akan menentukan arah IHSG pada sesi berikutnya.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...