Teknologi

UIII Dorong Lulusan Jadi Policy Maker Berbasis Keahlian dan Integritas

Bagikan:
Wisuda UIII 27 Agustus 2026: lulusan S2 dan S3 dengan fokus kebijakan dan keahlian

Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII)policy maker yang berintegritas dan memiliki keahlian spesifik. Pernyataan ini disampaikan dalam Wisuda ke-4 UIII di Depok, Kamis, 27 Agustus 2026, yang diikuti 204 lulusan dari 21 negara.

Ringkasan wisuda: jumlah, latar internasional, dan tujuan

Dari 204 wisudawan, 170 merupakan lulusan magister (S2) dan 34 lulusan doktor (S3). Acara ini sekaligus menjadi wisuda perdana bagi lulusan S3 UIII. Keberadaan mahasiswa dari berbagai negara, termasuk Madagaskar, Armenia, dan Liberia yang untuk pertama kali memiliki lulusan, menjadi kekuatan kampus berorientasi internasional.

"Yang membedakan adalah mahasiswa-mahasiswa yang lulus memang menunjukkan tingkat akademiknya yang sangat tinggi. Selain memahami dan mengikuti kegiatan kuliah, mereka juga sangat aktif di kegiatan-kegiatan di luar kampus,"

kata Dr. Muammar Kadafi, Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UIII, usai acara wisuda.

Menjadi lebih dari sekadar akademisi

UIII menegaskan pendidikan tidak hanya untuk mencetak dosen, guru, atau profesional. Kampus membentuk lulusan yang mampu merancang dan mengimplementasikan kebijakan publik.

"Kita tidak mencetak dia hanya sebagai dosen atau guru. Kita mencetak dia sebagai policy maker, supaya tahu bagaimana meletakkan kurikulum pendidikan,"

Pendekatan serupa diterapkan lintas disiplin. Lulusan Studi Islam diharapkan menjadi ulama berintegritas. Lulusan ekonomi dan bisnis diarahkan untuk mengembangkan usaha nyata. Sedangkan lulusan ilmu politik diharapkan berkontribusi pada kehidupan politik dengan pegangan nilai dan integritas.

Keahlian spesifik sebagai pembeda program

UIII menawarkan program dengan fokus keilmuan tertentu, sehingga lulusan memiliki kompetensi relevan untuk tantangan global. Contohnya:

  • Master of Public Policy dengan spesialisasi pada climate change (perubahan iklim).
  • Master of Finance dengan fokus pada sustainable finance.

Muammar menyatakan kekhususan ini menjadi pembeda dibanding program sejenis di perguruan tinggi lain.

Wisuda S3 pertama dan kontribusi riset

Para 34 lulusan S3 berasal dari program Islamic Studies, Economics, Education, dan Political Science. Muammar menilai disertasi mereka memuat kebaruan ilmiah yang berguna bagi pengembangan ilmu.

"Alumni S3 yang pertama ini menunjukkan kualitas yang sangat bagus. Tulisan-tulisan disertasinya menghasilkan distingsi yang berbeda dan novelty yang bisa dimanfaatkan,"

UIII juga mendorong mahasiswa asing meneliti topik terkait negara asalnya, sehingga memperkaya khazanah akademik kampus.

Pesan pasca-wisuda dan pengembangan fakultas

Rektor UIII mengingatkan agar lulusan tidak berhenti berkarya setelah memperoleh gelar. Para doktor diharapkan melanjutkan penelitian dan berjejaring dengan lembaga berpengaruh, sementara lulusan magister didorong melanjutkan studi ke jenjang doktoral.

"Jangan stop di sini. Memang S3 sudah selesai, tetapi jangan berhenti. Penelitian wajib melekat pada lembaga-lembaga yang memang ada dampaknya,"

UIII terus mengembangkan bidang akademik. Setelah membuka Fakultas Sains dan Teknologi pada tahun sebelumnya, tahun ini kampus membuka Fakultas Hukum. Pengembangan ini sejalan dengan rencana perluasan menjadi tujuh fakultas di masa mendatang.

Naufal Hakim
Penulis
Naufal Hakim

Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.

Berita Terkait