Teknologi

Aplikasi Pantau Gempa dan Peringatan Tsunami yang Perlu Dimiliki

Bagikan:

Jakarta. Indonesia berada di salah satu wilayah paling aktif secara seismik di dunia, sehingga akses cepat ke informasi gempa sangat penting. Pada 15 Agustus 2026, dua gempa besar berkekuatan 7,7 dan 7,0 mengguncang wilayah Mbay, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan dua hari kemudian gempa magnitudo 5,8 melanda Ende. Kejadian ini menunjukkan kebutuhan mendesak akan data yang andal tentang lokasi, magnitudo, kedalaman, susulan, dan potensi tsunami.

Peran BMKG dan InaTEWS

Untuk peringatan resmi di Indonesia, BMKG dan sistem InaTEWS tetap menjadi rujukan utama. Keduanya menyediakan informasi gempa, status peringatan tsunami, dan peta dampak yang dihasilkan dari jaringan sensor seismik dan pasang surut.

Namun, selain sumber resmi, sejumlah aplikasi dan situs pihak ketiga dapat membantu memantau aktivitas seismik sebagai pelengkap informasi.

1. Info BMKG

Info BMKG adalah aplikasi resmi BMKG untuk Android dan iOS. Aplikasi ini menampilkan data gempa terbaru, peringatan tsunami, dan kondisi cuaca.

Pengguna dapat melihat lokasi, magnitudo, kedalaman, dan waktu kejadian gempa serta menerima notifikasi bahaya. Bagi warga Indonesia, Info BMKG sebaiknya dijadikan sumber utama informasi resmi.

2. Earthquake Network

Earthquake Network menggabungkan data dari jaringan seismik profesional dengan informasi yang dikumpulkan dari smartphone pengguna. Aplikasi ini memanfaatkan accelerometer bawaan ponsel untuk mendeteksi getaran.

Data dari banyak perangkat dapat membantu mengidentifikasi guncangan di berbagai lokasi dan menyediakan peta serta notifikasi gempa global. Ketersediaan informasi bergantung pada jumlah pengguna di daerah tertentu.

3. My Earthquake Alerts - Map

My Earthquake Alerts - Map menyajikan data gempa melalui peta interaktif yang memudahkan pemantauan global. Ikon dan warna berbeda membantu membedakan magnitudo gempa.

Pengguna dapat menyesuaikan notifikasi berdasarkan magnitudo dan jarak dari lokasi pilihan. Sumber datanya antara lain berasal dari USGS dan lembaga seismologi lain.

4. InaTEWS (Tsunami Early Warning)

InaTEWS adalah layanan resmi BMKG khusus untuk ancaman tsunami. Situs ini menyediakan status peringatan, peta potensi dampak, serta informasi yang diperoleh dari sensor seismik dan pasang surut di berbagai lokasi.

Akses InaTEWS tidak memerlukan unduhan aplikasi; cukup buka melalui peramban web, sehingga sangat berguna bagi warga pesisir.

5. LastQuake

LastQuake dikembangkan oleh European-Mediterranean Seismological Centre (EMSC). Aplikasi gratis ini menampilkan data gempa global dan mendukung pelaporan masyarakat.

Pengguna yang merasakan guncangan dapat mengirimkan laporan berupa komentar, foto, dan video. Fitur komunitas ini membantu memetakan dampak gempa di lapangan. LastQuake juga tersedia dalam banyak bahasa, termasuk Bahasa Indonesia.

6. USGS Earthquake Notification Service (ENS)

USGS ENS menawarkan layanan notifikasi gempa yang dapat dikustomisasi berdasarkan lokasi dan magnitudo. Notifikasi dikirim melalui email dan saluran lain yang didukung.

Penting dicatat bahwa ENS bukan sistem peringatan dini; notifikasi umumnya dikirim setelah gempa terjadi dan mungkin tiba setelah guncangan dirasakan. Layanan ini cocok untuk pemantauan tanpa harus selalu membuka aplikasi.

Rekomendasi dan Penutup

Gunakan BMKG dan InaTEWS sebagai rujukan utama saat terjadi gempa atau ancaman tsunami. Aplikasi pihak ketiga seperti Earthquake Network, LastQuake, dan layanan USGS dapat melengkapi informasi, tetapi tidak menggantikan peringatan resmi.

Menginstal beberapa aplikasi dan mengatur notifikasi sesuai lokasi dapat membantu masyarakat merespons lebih cepat saat terjadi gempa atau potensi tsunami.

Naufal Hakim
Penulis
Naufal Hakim

Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.

Berita Terkait