Indonesia Butuh 12 Juta Talenta Digital hingga 2030, Wamenkomdigi
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyatakan Indonesia membutuhkan sekitar 12 juta talenta digital hingga 2030 untuk mendukung keberlanjutan ekonomi digital di tengah pesatnya pemanfaatan artificial intelligence (AI). Pernyataan itu disampaikan pada Kamis, 27 Agustus 2026, sebagai respons terhadap perubahan kebutuhan kompetensi tenaga kerja akibat transformasi digital.
Besaran kebutuhan dan konteks
Nezar menilai transformasi digital telah mengubah cara aktivitas ekonomi dan layanan, termasuk di sektor jasa keuangan. Menurutnya, pemanfaatan AI sudah tidak lagi menjadi wacana masa depan, melainkan bagian dari praktik sehari-hari yang mendorong permintaan talenta bersertifikasi dan berkompetensi tinggi.
Dia juga mengutip proyeksi internasional yang menunjukkan perubahan signifikan di pasar tenaga kerja.
“World Economic Forum (WEF) memproyeksikan hampir 39 persen kompetensi kerja saat ini akan berubah dalam lima tahun ke depan,” ujarnya, Kamis 27 Agustus 2026. “Transformasi besar di pasar tenaga kerja akan menggeser puluhan juta pekerjaan sekaligus menciptakan puluhan juta pekerjaan baru secara global.”
Kompetensi yang dibutuhkan
Menurut Wamenkomdigi, kemampuan dasar menggunakan perangkat digital tidak lagi cukup. Kebutuhan berubah menuju keterampilan yang menggabungkan aspek teknis, tata kelola, dan etika.
- Data governance — pengelolaan data yang dapat dipertanggungjawabkan.
- AI risk management — pengendalian risiko terkait penggunaan model AI.
- Cyber-security — perlindungan sistem dan informasi.
- Mampu menerjemahkan model AI untuk mendukung keputusan bisnis dan kebijakan.
“Yang dibutuhkan adalah talenta yang memahami data governance, AI risk management, cyber-security, hingga kemampuan menerjemahkan model AI,” katanya. “Hal ini dapat dipakai untuk membantu membuat keputusan bisnis dan kebijakan yang bertanggung jawab.”
Nezar menekankan bahwa kompetensi teknis harus disertai pemahaman etika dan manajemen risiko agar teknologi tetap memberi manfaat bagi manusia.
Dampak pada sektor keuangan dan kesiapan ekosistem
Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Hernawan Bekti Sasongko, menambahkan bahwa perkembangan keuangan digital memerlukan kesiapan ekosistem dan sumber daya manusia. Ia mencatat penggunaan aset keuangan digital yang terus meningkat.
“Kami meyakini teman-teman mereka adalah bagian dari masyarakat Indonesia yang menaruh uang dan kepercayaan,” ujarnya.
Hernawan menegaskan bahwa pertumbuhan ini harus diiringi tata kelola, manajemen risiko, dan perlindungan konsumen yang memadai. Ia mengajak kolaborasi lintas pemangku kepentingan untuk memperkuat ekosistem.
- Regulator
- Pemerintah
- Industri
- Akademisi
- Masyarakat
Penutup — Tantangan ke depan
Permintaan sekitar 12 juta talenta digital hingga 2030 menunjukkan perlunya kebijakan pendidikan, pelatihan vokasi, dan kolaborasi antar-pemangku kepentingan. Tanpa penguatan kapasitas manusia dan tata kelola, adopsi AI dan layanan digital berisiko menimbulkan celah keamanan, etika, dan ketidaksetaraan akses.
Kebijakan yang memusatkan pada pengembangan kompetensi teknis sekaligus etika akan menjadi kunci agar transformasi digital mendorong pertumbuhan inklusif dan berkelanjutan.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...