Pemerintah Usulkan Defisit RAPBN 2027 2,4% dari PDB
Pemerintah mengusulkan defisit RAPBN 2027 sebesar 2,4 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Pengumuman ini disampaikan Menteri Keuangan Purbaya pada Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 27 Agustus 2026. Target itu dimaksudkan untuk menjaga keberlanjutan fiskal sekaligus mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi.
Rincian anggaran 2027
Pemerintah merancang RAPBN 2027 untuk mendukung transformasi struktur ekonomi. Dalam rancangan tersebut, pemerintah menetapkan belanja negara dan pendapatan negara sebagai berikut.
| Komponen | Nilai (Rp triliun) |
|---|---|
| Belanja Negara | 4.097,2 |
| Pendapatan Negara | 3.426,0 |
| Usulan Defisit | 2,4% PDB |
Alasan kebijakan dan target ekonomi
Pemerintah menekankan APBN sebagai instrumen utama untuk menjaga stabilitas. APBN juga dipakai sebagai shock absorber untuk meredam guncangan dan melindungi daya beli masyarakat. Selain itu, anggaran diarahkan ke program prioritas yang mendukung peningkatan nilai tambah dan daya saing ekonomi.
Untuk percepatan pertumbuhan ekonomi namun menjaga keberlangsungan fiskal, defisit RAPBN 2027 diusulkan sebesar 2,4 persen dari PDB
Dalam rancangan itu, pemerintah mematok target pertumbuhan ekonomi 2027 sebesar 6 persen. Target ini akan didukung oleh kebijakan yang mendorong transformasi menuju struktur ekonomi yang lebih produktif.
Risiko global dan respons fiskal
Pemerintah menyatakan akan terus memantau risiko eksternal. Risiko yang dicermati meliputi perkembangan geopolitik, fluktuasi harga energi dan komoditas, serta fragmentasi perdagangan dunia. Kondisi tersebut bisa memengaruhi penerimaan dan belanja negara.
Untuk merespons ketidakpastian, pemerintah menyiapkan kebijakan fiskal yang fleksibel namun tetap akuntabel dan terukur. Tujuannya menjaga stabilitas makroekonomi, memperkuat daya beli, dan mendukung pemulihan ekonomi.
Implikasi dan langkah ke depan
Jika disetujui DPR, usulan defisit 2,4 persen menandakan upaya menyeimbangkan antara stimulus fiskal dan disiplin anggaran. Pemerintah perlu terus memantau realisasi penerimaan dan efektivitas belanja untuk memastikan pertumbuhan berkelanjutan dan kesehatan fiskal tetap terjaga.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Harga Emas Antam Turun Rp27.000 per Gram, Update 27 Agustus 2026
Harga emas Antam turun Rp27.000 per gram pada 27 Agustus 2026; 1 gram kini di Rp2.723.000 menurut pembaruan...
IHSG Dibuka Naik 0,19% namun Tertekan Potensi Pelemahan
IHSG dibuka menguat 0,19% ke 6.417,76 pada 27 Agustus 2026, namun pelemahan rupiah dan aliran modal asing be...
IHSG Diprakirakan Melemah, Pasar Cermati Risiko Domestik
IHSG diprakirakan melemah pada 27 Agustus 2026 karena pelemahan rupiah, pengawasan devisa BI, dan tekanan ju...
Butter Langka, Produksi Soft Cookies Kenny Crumbs Terhenti
Kelangkaan butter dan susu full cream di Mamuju memaksa UMKM Kenny Crumbs menghentikan sementara produksi so...
UMKM Mamuju: Saran Pemilik Kenny Crumbs Atasi Sulit Cari Kerja
Pemilik Kenny Crumbs mendorong pemuda Mamuju merintis usaha rumahan sebagai solusi keterbatasan lapangan ker...
Cincin Cangkang Penyu Diminati di Dobo, Ada Isu Konservasi
Cincin berbahan cangkang penyu diminati di Dobo karena estetika dan makna simbolis, namun pemanfaatannya men...