Teknologi

ADCS Dorong Inovasi Telekomunikasi untuk Tangani Bencana

Bagikan:
Kendaraan taktis telekomunikasi untuk pemulihan jaringan saat bencana

JAKARTA — Presiden Regional Asia Digital Connectivity and Society (ADCS), Heru Sutadi, mendorong pengembangan inovasi telekomunikasi untuk mempercepat penanganan bencana, Rabu. Heru menilai konektivitas merupakan kebutuhan primer dalam evakuasi, koordinasi, dan penyampaian informasi kepada masyarakat saat bencana terjadi.

Kendaraan taktis untuk pemulihan jaringan

Heru mengusulkan penggunaan kendaraan taktis telekomunikasi mobile yang bisa segera dikerahkan ke lokasi terdampak. Menurutnya, kendaraan ini dirancang membawa perangkat komunikasi dan jaringan untuk menjadi solusi sementara saat infrastruktur seperti BTS mengalami kerusakan.

Kendaraan tersebut bersifat fleksibel: dapat digunakan sementara hingga jaringan permanen pulih, lalu dipindahkan untuk membantu wilayah lain yang terdampak.

Teknologi yang diperankan

Heru menyebut beberapa teknologi yang dapat dipasang pada kendaraan taktis. Pilihan teknologi itu diharapkan mampu menjamin konektivitas di area darurat.

  • Teknologi 4G dan 5G untuk layanan data cepat;
  • Komunikasi berbasis satelit untuk area terpencil atau rusak parah;
  • Perangkat routing dan pemancar portabel sesuai kebutuhan lapangan.

Dengan kombinasi ini, kendaraan bisa menyediakan akses sementara bagi petugas SAR dan masyarakat hingga perbaikan infrastruktur selesai.

Informasi kebencanaan yang cepat dan jelas

Selain pemulihan jaringan, Heru menekankan pentingnya penyampaian informasi kebencanaan secara cepat. Informasi yang mudah diterima akan membantu masyarakat mempersiapkan diri menghadapi potensi ancaman.

"Saya mempelajari bahwa dalam penanganan bencana, salah satu unsur yang harus dipulihkan dengan cepat adalah telekomunikasi sebagai infrastruktur digital," ujar Heru.

Perlindungan konsumen dan koordinasi antar-pihak

Heru juga menyoroti aspek perlindungan konsumen dalam layanan telekomunikasi. Ia mendorong transparansi penggunaan kuota dan mekanisme agar sisa kuota pelanggan tidak terbuang percuma.

Lebih jauh, ia mengingatkan perlunya koordinasi antara pemerintah, operator telekomunikasi, dan platform digital. Kolaborasi ini diperlukan untuk meningkatkan keamanan nomor telepon yang sudah tidak aktif dan mengatur respons teknis saat darurat.

Heru berharap inovasi teknis dan penguatan perlindungan konsumen berjalan beriringan. Menurutnya, teknologi harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat baik dalam kondisi normal maupun saat menghadapi bencana.

Naufal Hakim
Penulis
Naufal Hakim

Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.

Berita Terkait