Teknologi

Pandora Mulai Pelajari Atmosfer 20 Planet Ekstrasurya

Bagikan:
Satelit Pandora memulai pengamatan atmosfer planet ekstrasurya dan bintang induknya

Pandora, misi kecil milik NASA yang diluncurkan melalui program Astrophysics Pioneers, resmi memulai pengamatan ilmiah untuk mempelajari atmosfer setidaknya 20 planet ekstrasurya dan bintang induknya. Pengamatan yang dimulai pada 26 Agustus 2026 ini bertujuan memisahkan sinyal dari planet dan bintang dengan lebih akurat untuk mengidentifikasi kabut, awan, dan keberadaan air.

Tujuan dan manfaat utama misi

Misi ini dirancang untuk mengatasi kesenjangan pengetahuan tentang bagaimana cahaya bintang memengaruhi pengukuran atmosfer planet. Dengan kemampuan memisahkan kontribusi sinyal bintang dan planet, Pandora diharapkan memperkuat interpretasi data dari observatorium lain, termasuk Teleskop Antariksa James Webb.

Peluncuran dan kondisi pesawat

Pandora diluncurkan ke orbit rendah Bumi pada 11 Januari 2026 dan kini dinyatakan sehat. Tim misi melaporkan semua instrumen berfungsi sesuai harapan setelah proses pengujian dan commissioning selesai, sehingga kegiatan ilmiah kini dapat berjalan penuh.

Instrumen dan keunggulan teknis

Satelit kecil ini membawa teleskop berdiameter sekitar 45 sentimeter yang terbuat dari aluminium. Pandora menggabungkan pengamatan cahaya tampak dan inframerah-dekat secara bersamaan, sehingga mampu memantau bintang dan planet secara pararel dalam rentang spektrum yang luas.

Kemampuan observasi jangka panjang menjadi salah satu keunggulan utama Pandora. Pengamatan yang berlangsung lebih lama dibandingkan teleskop seperti James Webb memungkinkan para ilmuwan membedakan variasi bintang dari sinyal atmosfer planet.

Metode pengamatan: transit dan jejak kimia

Para ilmuwan mempelajari atmosfer planet ekstrasurya saat terjadi transit, yaitu ketika planet melintas di depan bintangnya dari sudut pandang Bumi. Pada peristiwa ini, sebagian cahaya bintang melewati atmosfer planet, sehingga interaksi dengan molekul atmosfer meninggalkan tanda pada panjang gelombang tertentu.

Namun, permukaan bintang tidak seragam dan dapat menimbulkan gangguan pengukuran. Area yang lebih panas dan terang serta wilayah yang lebih dingin dan gelap—mirip bintik matahari—dapat berubah ukuran dan posisi seiring rotasi bintang. Pandora dirancang untuk memisahkan gangguan semacam ini dari sinyal atmosfer, sehingga deteksi molekul seperti air menjadi lebih akurat.

Dampak terhadap penelitian masa depan

Data yang dikumpulkan Pandora tidak hanya akan meningkatkan pemahaman tentang karakteristik atmosfer planet di luar Tata Surya, tetapi juga menjadi dasar bagi interpretasi hasil observatorium besar dan pengembangan observatorium masa depan yang mencari dunia berpotensi layak huni. Detektor inframerah-dekat Pandora awalnya dikembangkan sebagai perangkat cadangan untuk James Webb, sehingga teknologi ini kini dioptimalkan untuk misi yang lebih fokus pada pemisahan sinyal planet-bintang.

Dengan instrumen yang bekerja normal dan strategi pengamatan yang panjang, Pandora diharapkan memberi kontribusi signifikan dalam memetakan komposisi atmosfer planet ekstrasurya dalam beberapa tahun mendatang.

Naufal Hakim
Penulis
Naufal Hakim

Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.

Berita Terkait