Susu Pasteurisasi vs UHT: Perbedaan Proses dan Daya Simpan
Susu pasteurisasi dan UHT berbeda utama pada metode pengolahan dan masa simpannya. Pasteurisasi memanaskan susu pada suhu sekitar 72–85 6C selama 10–15 detik, sedangkan UHT dipanaskan pada 135–150 6C selama 2–5 detik. Perbedaan ini membuat UHT lebih tahan disimpan pada suhu ruang, sementara susu pasteurisasi harus terus didinginkan.
Perbedaan proses pengolahan
Metode pasteurisasi bertujuan menurunkan jumlah mikroorganisme berbahaya dengan pemanasan singkat. Teknik umum adalah high-temperature short-time yang menggunakan suhu sekitar 72 6C selama 15 detik. Rentang suhu yang dipakai pada praktik umumnya berkisar antara 72 6C hingga 85 6C selama 10–15 detik.
Sebaliknya, proses UHT menggunakan suhu jauh lebih tinggi dalam waktu yang sangat singkat. Pemanasan pada 135 6C hingga 150 6C selama 2–5 detik membuat jumlah mikroorganisme hampir minimal sebelum kemasan tertutup rapat.
Daya simpan dan cara penyimpanan
Perbedaan suhu pemrosesan berdampak langsung pada masa simpan. Karena mikroorganisme sangat sedikit pada UHT, produk ini dapat disimpan pada suhu ruang sebelum kemasan dibuka dan cocok untuk distribusi serta penyimpanan jangka panjang.
Sementara itu, susu pasteurisasi memiliki masa simpan lebih pendek. Produk ini umumnya bertahan beberapa hari hingga sekitar satu minggu bila disimpan dalam lemari pendingin yang sesuai.
- UHT: tahan suhu ruang sebelum dibuka, praktis untuk transportasi.
- Pasteurisasi: butuh pendinginan terus-menerus, masa simpan singkat.
Rasa, tekstur, dan kandungan gizi
Pemanasan pada suhu sangat tinggi pada UHT dapat mengubah sedikit rasa dan tekstur susu. Beberapa konsumen merasakan perbedaan aroma atau aftertaste dibandingkan susu pasteurisasi yang cenderung mempertahankan karakter alami lebih baik.
Dari sisi nutrisi, keduanya tetap mengandung protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral penting. Namun beberapa vitamin yang sensitif terhadap panas, seperti vitamin C dan B12, mungkin mengalami penurunan pada proses UHT.
Memilih sesuai kebutuhan
Pilihan antara susu pasteurisasi dan UHT sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan penyimpanan, preferensi rasa, dan ketersediaan lemari pendingin. Periksa juga informasi pada label kemasan untuk petunjuk penyimpanan dan tanggal kedaluwarsa.
Secara ringkas, UHT unggul pada kepraktisan dan masa simpan tanpa pendingin, sedangkan pasteurisasi menawarkan rasa yang lebih mendekati alami namun memerlukan pendinginan segera.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
IDAI Peringatkan Bahaya Jika Anak Tidak Divaksin
IDAI mengimbau orang tua agar tidak menolak vaksinasi; risiko penyakit berbahaya lebih besar dibanding efek...
IDAI: Cakupan Imunisasi Rendah Picu Potensi KLB Berulang
IDAI memperingatkan cakupan imunisasi rendah berisiko memicu KLB berulang; lebih dari satu juta anak belum m...
Mengapa Perempuan Dianjurkan Minum Tablet Tambah Darah
Perempuan dianjurkan minum tablet tambah darah karena menstruasi meningkatkan kebutuhan zat besi dan mencega...
RS Ciputra CitraGarden City Buka Lantai 5 VIP Perkuat Layanan Pasien
RS Ciputra CitraGarden City meresmikan Lantai 5 VIP pada 8 Agustus 2026 untuk tingkatkan kenyamanan, privasi...
RS Ciputra Resmikan Lantai 5 VIP untuk Perkuat Layanan Pasien
RS Ciputra Hospital CitraGarden City meresmikan Lantai 5 VIP pada 8 Agustus 2026 untuk tingkatkan kenyamanan...
Ambulans Udara Butuh Sistem Terintegrasi, Dokter: Tantangan Evakuasi
Pakar sebut ambulans udara efektif jika terintegrasi dengan armada, tenaga medis, fasilitas, dan moda lain u...