Rupiah Melemah Setelah AS Umumkan Sanksi terhadap Iran
Rupiah bergerak melemah sepanjang hari Selasa setelah pengumuman sanksi ekonomi AS terhadap Iran. Mata uang domestik ditutup turun tipis dan pelaku pasar mencermati sentimen geopolitik serta prospek kebijakan fiskal dan moneter AS.
Pergerakan kurs
Berdasarkan data kurs, rupiah ditutup turun 0,01 persen atau 2 poin ke posisi Rp17.723 per dolar AS. Posisi ini melemah dari penutupan sehari sebelumnya yang berada di Rp17.721 per dolar AS. Perdagangan domestik libur, namun pergerakan rupiah masih terpantau di pasar luar negeri.
Sanksi AS terhadap Iran jadi pemicu sentimen
Sentimen pasar melemah setelah Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, mengumumkan pengenaan sanksi ekonomi terhadap Iran. Pernyataan itu memicu kekhawatiran gangguan pada jalur perdagangan energi global dan tekanan pada pasar mata uang.
“AS ingin memutus jalur kehidupan ekonomi Iran guna memaksa berakhirnya konflik,”
— Ibrahim Assuaibi, Analis Pasar Uang.
Ibrahim mengatakan AS bahkan memprovokasi negara lain untuk memutus hubungan ekonomi dan bisnis dengan Iran. Negara-negara yang tak mengikuti ancaman berisiko dikeluarkan dari sistem keuangan berbasis dolar, meski pemerintah AS belum menyebutkan negara yang akan ditekan.
Dampak terhadap pasokan minyak dan respons pasar
Sejumlah analis menilai tekanan ekonomi AS bisa meredam kekhawatiran terkait pasokan minyak. Namun ada pula pandangan bahwa Iran masih memiliki kapasitas untuk membalas dengan membatasi jalur pasokan energi, sehingga risiko harga minyak tetap ada.
Proyeksi kebijakan fiskal dan perhatian data AS
Selain sanksi, Bessent menyampaikan kemungkinan peningkatan pembelian kembali surat utang jangka panjang dan inisiatif fiskal untuk meredam biaya pinjaman pemerintah. Ibrahim mengutip pernyataan ini sebagai faktor yang memengaruhi sentimen pasar obligasi dan mata uang.
“Ia mengatakan bahwa pemerintah akan segera meluncurkan inisiatif fiskal yang bertujuan mengatasi tingginya biaya pinjaman pemerintah,”
— Ibrahim Assuaibi.
Pelaku pasar kini juga menunggu data inflasi AS dan pidato Ketua the Fed, Kevin Warsh, di simposium ekonomi Jackson Hole. Hasilnya diperkirakan akan menentukan arah suku bunga dan aliran modal ke aset berisiko.
Fitch dan outlook pertumbuhan Indonesia
Di dalam negeri, pasar mencermati penilaian lembaga pemeringkat terhadap target pertumbuhan. Menurut Ibrahim, target pertumbuhan 6 persen pada 2027 dinilai lebih realistis dibandingkan target 8 persen jangka panjang.
“Target pertumbuhan ekonomi 6 persen tahun depan dinilai lebih realistis daripada target 8 persen untuk jangka panjang,”
— Ibrahim Assuaibi.
Fitch memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh sekitar 5 persen pada 2027 dan menyoroti sejumlah risiko, termasuk ketidakpastian geopolitik, potensi kenaikan harga minyak, serta perlambatan mitra dagang utama.
Sentimen global dan keputusan kebijakan ke depan akan menentukan arah rupiah dan prospek ekonomi Indonesia dalam beberapa bulan mendatang.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...