Ekonomi

Penjualan UMKM di KKI 2026 Naik 46%, Capai Rp144,2 Miliar

Bagikan:
Pameran Karya Kreatif Indonesia 2026 menampilkan stan UMKM dan pengunjung

Pameran Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 mencatatkan penjualan sementara produk UMKM senilai Rp144,2 miliar, naik 46 persen dibandingkan penyelenggaraan tahun lalu. Pernyataan itu disampaikan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S. Budiman, pada Senin, 24 Agustus 2026, sebagai bagian dari laporan capaian acara.

Penjualan dan business matching

Selain penjualan langsung, KKI 2026 mencatat capaian business matching ekspor sebesar Rp169,9 miliar. Program ini melibatkan 192 UMKM dan pembeli dari 16 negara, menunjukkan peluang perluasan pasar luar negeri.

Sektor pembiayaan juga memperoleh hasil kuat melalui business matching senilai Rp285 miliar, atau naik 30,3 persen dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir.

Partisipan dan produk unggulan

Lebih dari 1.860 UMKM dari seluruh Indonesia tercatat mengikuti KKI 2026, dengan sekitar 560 peserta hadir secara luring. Peserta menampilkan ragam produk unggulan yang mencerminkan kreativitas dan kearifan lokal.

  • Wastra dan produk tekstil
  • Ready to wear
  • Makanan dan minuman
  • Home decor
  • Karya kreatif generasi muda

Dukungan institusi dan jaringan

Pelaksanaan KKI didukung 27 kementerian dan lembaga serta 34 asosiasi, mitra, industri, perbankan, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya. Pengembangan, kurasi, serta perluasan akses pasar juga didukung jaringan 46 kantor perwakilan Bank Indonesia di dalam negeri dan lima kantor perwakilan di luar negeri.

Program penguatan kapasitas: Cangkir Barista dan Citra Nusa

KKI 2026 menonjolkan dua program penguatan kapasitas daerah. Cangkir Barista fokus pada pengembangan wirausaha kopi melalui peningkatan kompetensi, sertifikasi nasional, dan pendampingan usaha untuk barista.

Sementara itu, Citra Nusa diperuntukkan bagi penguatan daya saing UMKM wastra lewat peningkatan kapasitas, inovasi desain, dan pengembangan produk berorientasi ekspor.

"Kedua program tersebut juga bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, serta menciptakan lapangan kerja," ujar Aida S. Budiman.

Implikasi dan komitmen

Aida menilai capaian KKI 2026 mencerminkan semakin luasnya akses UMKM terhadap pasar, pembiayaan, dan jejaring bisnis baik di dalam maupun luar negeri. Hal ini sejalan dengan upaya membangun ekosistem UMKM dari hulu ke hilir agar mampu naik kelas.

"Mereka perlu mempunyai ekosistem agar tumbuh, tangguh, dan berdaya saing secara berkelanjutan," kata Aida.

Ia menegaskan komitmen Bank Indonesia untuk terus memajukan UMKM. "Kalau bukan kita, siapa lagi, kalau bukan sekarang, kapan lagi UMKM Indonesia menjadi tuan rumah produk sendiri," tambahnya.

Rafi Akbar
Penulis
Rafi Akbar

Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.

Berita Terkait