Hiburan

Mawar de Jongh Rilis Single Baru 'KAN' dengan Warna Musik Berbeda

Bagikan:
Mawar de Jongh mempromosikan single terbaru berjudul KAN

Mawar de Jongh baru saja merilis single terbarunya berjudul KAN. Lagu ini hadir dengan warna musik yang berbeda dari karya sebelumnya dan mengangkat cerita tentang seseorang yang mengabaikan nasihat sahabat dalam urusan asmara.

Inti lagu dan makna judul

KAN memakai judul singkat yang memainkan makna. Tiga huruf itu mengingatkan pada ungkapan 'sudah kubilang' atau I told you so, sehingga lagu terasa dekat dengan pengalaman banyak orang.

'kan sudah kubilang' — sebuah ungkapan sederhana yang menjadi inti emosional lagu.

Cerita yang dekat dengan pengalaman

Mawar mengaku langsung merasa terhubung saat pertama kali mendengar lagu ini. Cerita dalam KAN berangkat dari sudut pandang sahabat yang sering menjadi tempat curhat, namun nasihatnya tidak didengar oleh orang yang sedang menjalin hubungan bermasalah.

Alur lagu menggambarkan seseorang yang patah hati karena hubungan tidak berjalan baik, padahal sejak awal ada tanda-tanda bahwa pasangannya bukan yang tepat. Tema ini dibuat personal sehingga mudah diterima pendengar yang pernah berada di posisi serupa.

Tim kreatif dan proses produksi

Lagu KAN diciptakan oleh Iqbal Siregar, Denis Ligia, Faishal Muhammad Fasya, dan Mohammed Kamga. Awalnya Iqbal membayangkan konsep berupa duet dua perempuan yang saling membahas hubungan, namun konsep itu kemudian disederhanakan menjadi lagu solo dengan nuansa yang lebih personal.

Pada proses produksi, perhatian utama tertuju pada kemampuan Mawar menyampaikan cerita. Aransemen dibuat berbeda dari rilisan sebelumnya, namun masih menonjolkan karakter vokalnya.

"Mawar tidak perlu menggunakan teknik vokal berlebihan untuk membuat cerita dalam lagu itu sampai kepada pendengar," kata Iqbal Siregar.

Perpaduan vokal dan aransemen

Produser dan pencipta memutuskan menahan elemen vokal yang berlebihan agar pesan lirik menjadi pusat perhatian. Hasilnya, KAN menawarkan warna musik baru tanpa menghilangkan identitas vokal Mawar.

Dengan latar pengalaman Mawar yang lahir di Haarlem, Belanda, dan besar sebagai alumnus Sekolah Menengah Methodist 1 Medan, single ini menegaskan kemampuannya menjembatani rasa personal dan universal. KAN bukan hanya perubahan arah musikal, tetapi juga narasi sederhana tentang persahabatan, nasihat, dan momen pengakuan: 'kan sudah kubilang'.

Tiara Permata
Penulis
Tiara Permata

Jurnalis hiburan yang fokus pada dunia selebritas, film, musik, dan budaya populer.

Berita Terkait