IHSG Melemah Tipis ke 6.496 pada Jeda Siang
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat melemah tipis pada jeda siang Bursa Efek Indonesia, Rabu, 26 Agustus 2026. IHSG berada di level 6.496,89, turun 4,77 poin (0,07%) dari penutupan sebelumnya.
Pergerakan pasar dan proyeksi analis
IHSG sempat dibuka menguat ke level 6.504,99 atau naik 0,05% dibandingkan penutupan sebelumnya. Namun hingga akhir sesi I indeks berbalik melemah setelah tekanan jual dan sentimen eksternal.
Tim analis dari Phintraco Sekuritas menilai pasar masih berpeluang rebound setelah pelemahan akhir pekan lalu. Pada hari Senin, 24 Agustus 2026, IHSG memang ditutup melemah 0,37% ke level 6.501,67.
"Sentimen positif eksternal berpotensi mendorong 'rebound' IHSG pada perdagangan hari ini. IHSG diprakirakan bergerak dalam rentang 6.450 hingga 6.600."
Evaluasi 14 indeks BEI yang efektif 1 September
Pergerakan IHSG juga dipengaruhi keputusan evaluasi berkala oleh BEI terhadap 14 indeks saham. Perubahan ini mulai berlaku 1 September 2026 dengan periode efektif berbeda sesuai jenis indeks.
Indeks yang masuk evaluasi meliputi:
- ABX, DBX, MBX, IDXVESTA28
- ECONOMIC30, SRI-KEHATI, ESGQKEHATI, ESGSKEHATI, Investor33
- ISSI, JII, JII70, IDXSHAGROW, IDXMESBUMN
Perubahan komposisi indeks kerap memicu rebalancing portofolio dan menjadi salah satu faktor yang dicermati pelaku pasar.
Target PLTS 100 GWp dan implikasi ekonomi
Tim analis Phintraco juga menyorot target pemerintah untuk mempercepat program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWp. Target itu disebutkan akan dicapai dalam dua hingga tiga tahun.
"Presiden Prabowo menargetkan program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWp (Gigawatt peak) dalam dua hingga tiga tahun."
Tahap awal mencakup pembangunan 14 PLTS di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, serta Kepulauan Bangka Belitung dan Kepulauan Riau dengan total kapasitas awal sekitar 5,3 GWp. Kebutuhan investasi diperkirakan mencapai 73 miliar dolar AS, dengan potensi penghematan sekitar Rp73,9 triliun per tahun melalui kombinasi PLTS dan penyimpanan energi berbasis baterai.
"Proyek ini jika benar selesai dalam waktu yang ditargetkan diharapkan akan memberi dampak positif. Utamanya terhadap sektor infrastruktur, konstruksi, dan sektor energi terbarukan, dan penyerapan tenaga kerja."
Sentimen eksternal dan aliran dana asing
Dari luar negeri, pelaku pasar mencermati sanksi terbaru Amerika Serikat terhadap Iran, penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS, serta data inflasi berbasis pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) yang menjadi rujukan kebijakan moneter.
Aliran modal juga menjadi sorotan. Pada sesi sebelumnya, investor asing tercatat melakukan net sell sekitar Rp556,22 miliar. Saham yang paling banyak dilepas investor asing antara lain:
- BBRI
- BUMI
- TPIA
- ISAT
- DSSA
Dengan kombinasi faktor domestik dan eksternal tersebut, analis memperkirakan IHSG akan bergerak hati-hati dalam kisaran yang telah diproyeksikan, sementara pelaku pasar menunggu data dan kebijakan yang bisa menentukan arah lanjutan.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...