IHSG Diprakirakan Rebound Didukung Sentimen PLTS dan Evaluasi Indeks
Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia diperkirakan berbalik menguat pada Rabu, 26 Agustus 2026. Analis memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali rebound menyusul sentimen positif eksternal dan kebijakan domestik. IHSG ditutup pada 6.501,67 pada penutupan sebelumnya dan hari ini diperkirakan bergerak di rentang 6.450-6.600.
Evaluasi Indeks BEI yang Berlaku 1 September
Pergerakan IHSG juga dipengaruhi oleh evaluasi berkala Bursa Efek Indonesia terhadap 14 indeks saham. Perubahan ini mulai berlaku pada 1 September 2026 dan memiliki periode efektif berbeda sesuai jenis indeks.
Indeks yang mengalami evaluasi antara lain:
- ABX
- DBX
- MBX
- IDXVESTA28
- ECONOMIC30
- SRI-KEHATI
- ESGQKEHATI
- ESGSKEHATI
- Investor33
- ISSI
- JII
- JII70
- IDXSHAGROW
- IDXMESBUMN
Dorongan dari Program PLTS 100 GWp
Target pemerintah untuk mempercepat energi terbarukan menjadi salah satu katalis. Pemerintah menargetkan pembangunan PLTS 100 GWp dalam dua hingga tiga tahun ke depan sebagai bagian dari upaya pemenuhan kebutuhan listrik.
Rencana awal mencakup 14 proyek PLTS di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau dengan total kapasitas 5,3 GWp. Estimasi investasi mencapai sekitar USD 73 miliar, dengan potensi penghematan sekitar Rp73,9 triliun per tahun melalui PLTS dan sistem penyimpanan energi berbasis baterai.
"Sentimen positif eksternal berpotensi mendorong 'rebound' IHSG pada perdagangan hari ini."
— Tim Analis Phintraco Sekuritas
"Proyek ini jika benar selesai dalam waktu yang ditargetkan diharapkan akan memberi dampak positif, terutama pada sektor infrastruktur, konstruksi, dan energi terbarukan."
— Tim Analis Phintraco Sekuritas
Faktor Eksternal dan Data Makro yang Diwaspadai
Di sisi eksternal, pasar mencermati sanksi baru AS terhadap Iran yang berpotensi meningkatkan volatilitas harga energi. Analis juga mewaspadai pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang menurun.
Selain itu, rilis data inflasi berbasis pengeluaran konsumsi pribadi atau PCE di AS menjadi salah satu data makro penting yang bisa memengaruhi sentimen global dan arus modal ke pasar Indonesia.
Aktivitas Investor dan Saham yang Banyak Dijual
Perdagangan hari Senin sebelumnya masih didominasi aksi jual asing dengan posisi net sell sebesar Rp556,22 miliar. Saham-saham yang paling banyak dilepas investor asing adalah:
- BBRI
- BUMI
- TPIA
- ISAT
- DSSA
Prospek jangka pendek masih bergantung pada perkembangan sentimen global dan realisasi proyek energi terbarukan. Investor diharapkan mencermati data makro global serta progres implementasi PLTS untuk menentukan posisi pada indeks yang baru dievaluasi.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...