Ekonomi

IHSG Melemah Tipis ke 6.518 pada Penutupan 28 Agustus 2026

Bagikan:
Grafik pergerakan IHSG menutup turun 0,06 persen di Bursa Efek Indonesia

Indeks Harga Saham Gabungan IHSG ditutup melemah tipis pada perdagangan Jumat, 28 Agustus 2026. Pada penutupan sesi II di Bursa Efek Indonesia, IHSG berada pada level 6.518,12, turun 3,62 poin atau 0,06 persen. Tekanan jual membalikkan penguatan awal setelah pembukaan pada 6.535,71.

Pergerakan pasar dan data perdagangan

Perdagangan hari ini bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah menjelang penutupan. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, 276 saham menguat, 328 saham melemah, dan 188 saham stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp14,9 triliun dengan volume perdagangan sebesar 34,2 miliar lembar saham dan frekuensi lebih dari 19,9 juta kali transaksi.

Proyeksi analis dan sentimen jangka pendek

Tim analis Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak sideways pada kisaran 6.450 hingga 6.580 untuk sesi yang sama. Sebelumnya, IHSG sempat menguat 1,81 persen ke level 6.521,75 pada perdagangan Kamis setelah pasar merespon menurunnya risiko politik dan keamanan domestik.

Menurunnya risiko politik dan keamanan dalam negeri direspon positif oleh para pelaku pasar,

Faktor kebijakan dan pergantian pejabat

Antisipasi pasar sempat meningkat terkait pembahasan RUU Perampasan Aset yang ditargetkan selesai paling lambat 15 Desember 2026. Selain itu, perhatian pasar tertuju pada persetujuan Komisi XI DPR terhadap pengangkatan Destry Damayanti.

Melalui persetujuan itu, secara definitif Destry Damayanti menggantikan Perry Warjiyo yang mengundurkan diri dari jabatan Gubernur BI,

Kepastian pergantian ini dinilai dapat mengurangi ketidakpastian arah kebijakan moneter Bank Indonesia dan menjaga kepercayaan investor terhadap pasar modal.

Alokasi investasi swasta

Sentimen lain berasal dari keputusan Danantara Indonesia yang mengalokasikan dana senilai USD1 miliar kepada Partners Group. Dana tersebut difokuskan pada sektor private credit melalui skema direct lending dan discretionary tranche, yang dapat menambah alternatif sumber pembiayaan non-bank dan mendukung stabilitas pasar modal jangka menengah.

Prospek pasca-penutupan

Dengan kombinasi sentimen kebijakan domestik dan aliran modal privat, IHSG berpeluang bergerak sideways pada sesi-sesi mendatang. Pelaku pasar diperkirakan akan terus memantau perkembangan RUU, keputusan pengisian jabatan kebijakan moneter, dan realisasi alokasi investasi swasta sebagai faktor penentu arah jangka pendek.

Farhan Azhar
Penulis
Farhan Azhar

Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.

Berita Terkait