Ekonomi

Rupiah Berbalik Menguat Usai Demo, Tembus Rp17.707

Bagikan:
Grafik pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS

Nilai tukar rupiah kembali menguat terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan Jumat, 28 Agustus 2026. Bursa mencatat rupiah naik 0,21 persen (37 poin) ke posisi Rp17.707 per dolar AS, setelah sehari sebelumnya ditutup melemah.

Pergerakan awal dan pemicu

Pada penutupan Kamis, rupiah tercatat melemah 0,11 persen atau 19 poin ke Rp17.744 per dolar AS. Penguatan pada pembukaan hari ini dipicu oleh membaiknya suasana domestik.

Menurut analis, salah satu faktor pemicu adalah berakhirnya aksi penyampaian aspirasi di gedung DPR. Namun, pelaku pasar tetap berhati-hati menjelang data dan pernyataan dari pihak internasional.

"Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS menyusul berakhirnya aksi penyampaian aspirasi masyarakat di gedung DPR kemarin. Namun penguatan rupiah hari ini kemungkinan terbatas, karena investor cenderung 'wait and see'."

— Lukman Leong, Analis Pasar Uang, Doo Financial Futures.

Sentimen eksternal: Jackson Hole dan dolar AS

Selain faktor domestik, pelaku pasar menaruh perhatian pada pidato Ketua the Fed, Kevin Warsh, di simposium Jackson Hole. Pidato itu dinilai berpotensi memengaruhi prospek suku bunga dan arah dolar AS.

Saat pembukaan, indeks dolar AS relatif stabil di level 99,15, sehingga ruang penguatan rupiah dinilai terbatas oleh sentimen global.

Dampak pada pasar fixed income

Stabilisasi rupiah memberi efek positif pada pasar surat berharga negara dan pasar obligasi domestik. Transaksi fixed income menunjukkan pemulihan signifikan secara mingguan.

"Stabilisasi rupiah membuat pasar fixed income Indonesia kembali menguat."

— Jessica Tasijawa, Analis Pasar Uang, Mirae Asset Sekuritas.

Rata-rata transaksi pasar fixed income naik kembali ke atas Rp20 triliun per minggu, dari sekitar Rp14,8 triliun pada pekan pertama Agustus 2026.

"Peningkatan transaksi fixed income juga ditopang pengurangan frekuensi lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) menjadi sekali setiap dua minggu. Hal tersebut diikuti inflow asing ke Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp11 triliun pada Kamis kemarin."

Proyeksi pergerakan

Lukman memproyeksikan rupiah bergerak dalam kisaran Rp17.700–Rp17.800 per dolar AS pada hari ini. Skenario penguatan lebih lanjut akan bergantung pada hasil pidato di Jackson Hole dan data global selanjutnya.

Secara keseluruhan, rupiah menunjukkan koreksi positif setelah tekanan domestik menurun, namun prospek jangka pendek masih dipengaruhi ketidakpastian global dan sikap menunggu investor.

Farhan Azhar
Penulis
Farhan Azhar

Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.

Berita Terkait