PT LIB Rombak Direksi Perkuat Pengawasan Jelang Musim 2026/2027
PT Liga Indonesia Baru (LIB) merombak struktur direksi pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan dan Luar Biasa untuk memperkuat pengawasan menjelang musim kompetisi 2026/2027. Keputusan diambil di Hotel Regis Kuningan, Jakarta, Rabu, 26 Agustus 2026, sebagai bagian dari penataan organisasi.
Perubahan struktur dan pemisahan fungsi
Perubahan utama adalah pemisahan fungsi bisnis dan administrasi yang sebelumnya digabung dalam satu jabatan. Tujuannya untuk memperjelas tanggung jawab dan meningkatkan kontrol internal pada pengelolaan kompetisi.
"Direktur Bisnis dan Administrasi awalnya Pak Sadikin Aksa, kemudian dipecah. Direktur Bisnis adalah Pak Sadikin, kemudian Direktur Finansial dan Administrasinya Pak Teddy Tjahjono," ujar Ferry Paulus.
Penunjukan posisi baru
Dalam struktur baru, Sadikin Aksa mendapatkan jabatan Direktur Bisnis. Sementara itu, Teddy Tjahjono ditunjuk sebagai Direktur Finansial dan Administrasi. Selain itu, Asep Saputra dipromosikan menjadi Direktur Kompetisi setelah sebelumnya menjabat Direktur Operasional.
Ferry Paulus tetap memimpin sebagai Direktur Utama PT LIB dalam susunan direksi yang direvisi tersebut.
Alasan penguatan pengawasan
Menurut manajemen, penataan ini tidak sekadar rotasi jabatan. Fokus utamanya adalah memperkuat mekanisme pengawasan internal, termasuk pada level komisaris, untuk memastikan tata kelola kompetisi lebih transparan dan akuntabel.
"Nah, tentunya perubahan pengurus di direksi dan komisaris ini untuk memperkuat internal di I.League, termasuk pengawasan," ujar Ferry Paulus.
Dampak terhadap pengelolaan liga
Struktur baru diharapkan membuat pembagian tugas lebih terarah. Dengan pemisahan fungsi bisnis, finansial, administrasi, dan kompetisi, manajemen menilai pengelolaan Super League dan kompetisi bawahannya dapat berjalan lebih efektif menjelang musim 2026/2027.
Penataan ini juga dipandang sebagai langkah awal memperbaiki tata kelola operator kompetisi dan membangun kontrol internal yang lebih kuat terhadap operasional liga.
Langkah selanjutnya
PT LIB akan melanjutkan proses penyesuaian organisasi dan menetapkan mekanisme kerja antar-direktorat. Perubahan diharapkan terlihat pada persiapan teknis dan finansial menjelang pembukaan musim 2026/2027.
Pengamat dan pemangku kepentingan akan mengamati implementasi struktur baru ini untuk menilai efektivitasnya dalam meningkatkan pengawasan dan kinerja kompetisi sepak bola nasional.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Dendi Triansyah Terhenti di 32 Besar Pontianak 2026
Dendi Triansyah tersingkir di 32 besar Pontianak International Challenge 2026, kalah 20-22, 18-21 dari Wei-C...
Pengambilan Race Pack Merdeka Run Hari Pertama Dibuka di GBK
Antrean panjang menyambut pengambilan race pack Merdeka Run di Wisma Serba Guna GBK pada 27 Agustus 2026; la...
PON Pantai 2026 di Ancol Dorong Pengembangan Sport Tourism
PON Pantai I/2026 di Ancol jadi momentum kembangkan sport tourism dan kompetisi nasional olahraga pantai, me...
Igor Tolic Kesulitan Kumpulkan Intelijen Manila Digger
Igor Tolic mengaku sulit dapat info terbaru Manila Digger menjelang play-off ACL Two di Si Jalak Harupat, 31...
Muchova-Mensik Juara Ganda Campuran US Open 2026
Karolina Muchova dan Jakub Mensik juara ganda campuran US Open 2026, menang 6-3, 1-6, 10-6; Mensik menutup d...
Juventus Pinjam Kamil Grabara dari Wolfsburg
Juventus meminjam Kamil Grabara dari Wolfsburg musim ini, setelah mendatangkan Vicario, sementara Mattia Per...