Dendi Triansyah Terhenti di 32 Besar Pontianak 2026
Dendi Triansyah tersingkir pada babak 32 besar POLYTRON Pontianak International Challenge 2026 setelah kalah dari Wei-Cheng Su (Chinese Taipei) dengan skor 20-22, 18-21. Pertandingan digelar di Lapangan 1 GOR Terpadu, Pontianak, pada Kamis 27 Agustus 2026 dan berlangsung selama 52 menit.
Rincian pertandingan
Unggulan kelima sektor tunggal putra itu sempat menunjukkan perlawanan, namun beberapa momen penentu tidak berpihak pada Dendi. Ia kerap melakukan kesalahan sendiri sehingga peluang untuk membalikkan keadaan berkurang.
Durasi pertandingan yang 52 menit mencerminkan bahwa kedua pemain saling berebut inisiatif, namun keberhasilan poin akhir jatuh ke tangan Wei-Cheng Su.
Kata Dendi setelah laga
Dendi menilai lawan lebih siap dan memiliki karakter permainan yang ulet. Ia juga mengakui menjadi penyebab kekalahan karena terlalu terburu-buru dan banyak melakukan kesalahan sendiri.
Dari keseluruhan lawan saya cukup matang, ulet dan punya pukulan bola belakangnya lumayan bagus. Saya banyak mati sendiri dan terlalu terburu-buru untuk mematikan dia.
Kendati pola permainan yang diterapkan menurutnya sudah benar, faktor ketegangan di momen akhir membuat usaha mengejar poin gagal berbuah kemenangan.
Secara pola yang diterapkan sebenarnya sudah benar, tadi di akhir-akhir baik gim pertama ataupun kedua sudah bisa mengejar tapi sayang ada faktor ketegangan sehingga saya gagal membalikkan keadaan.
Evaluasi dan rencana ke depan
Dendi menyebut fokus perbaikan adalah stamina dan konsistensi permainan. Ia menilai masih ada celah-celah dalam permainannya yang harus ditutup agar lebih stabil pada pertandingan berikutnya.
Saya harus meningkatkan stamina dan cara mainnya diteguhkan lagi. Tadi masih banyak bolong-bolongnya.
Dengan pengakuan tersebut, Dendi berencana memperkuat aspek fisik dan menegaskan pola permainan agar tak kembali terulang masalah ketegangan di poin-poin krusial.
Implikasi: kekalahan ini menghentikan langkah Dendi di turnamen Pontianak 2026 dan membuka pekerjaan rumah pada aspek mental serta kebugaran. Perbaikan kedua aspek itu menjadi kunci agar ia bisa tampil lebih konsisten di turnamen-turnamen mendatang.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Anthony Hudson Bangga Meski Thailand Gagal Juara FIFA ASEAN Cup
Anthony Hudson tetap bangga pada pemain Thailand meski kalah adu penalti 2-4 dari Indonesia di final FIFA AS...
Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Kokoh di Asia Tenggara
Indonesia juara FIFA ASEAN Cup 2026 usai kalahkan Thailand 4-2, memperkuat dominasi sepak bola negara di Asi...
De la Fuente Puji Lamine Yamal usai Spanyol Tekuk Ceko 3-1
Luis de la Fuente memuji Lamine Yamal setelah Spanyol menaklukkan Republik Ceko 3-1 di Oviedo; Yamal cetak g...
Lamine Yamal Cetak 11 Gol, Perpanjang Rekor di Usia 19
Lamine Yamal menambah koleksi jadi 11 gol untuk Spanyol, mencetak gol di tiga laga awal Nations League dan m...
Dramatis: Pangsuma FC Bangkit dan Taklukkan Proton FC 4-3
Pangsuma FC Kalbar menang dramatis 4-3 atas Proton FC Kuningan di pekan ke-13 Pro Futsal League, 3 Oktober 2...
Blacksteel FC Papua Tekuk Unggul FC 2-0 di PFL 3 Oktober
Blacksteel FC Papua menang 2-0 atas Unggul FC Malang di GOR POPKI Cibubur, 3 Oktober 2026 berkat gol Ardians...