Hiburan

Karya Christine Ay Tjoe Terjual Rp34 Miliar, Rekor Baru di Christie’s

Bagikan:
Lukisan Christine Ay Tjoe '...to See the White Land' yang terjual di Christie’s Hong Kong

Christine Ay Tjoe mencatat rekor baru di pasar lelang setelah lukisannya "…to See the White Land" terjual seharga 2,17 juta dolar (sekitar Rp34 miliar) pada lelang Christie’s Hong Kong, 28 Maret 2026. Harga ini melampaui rekor sebelumnya yang dicatat melalui karya Lights for the Layer pada 2025.

Detail penjualan

Lukisan berukuran 150 x 125 sentimeter ini dibuat pada 2012 dengan medium cat minyak. Selama lelang di Christie’s Hong Kong karya tersebut menarik perhatian kolektor internasional dan berpindah kepemilikan pada 28 Maret 2026.

Tentang karya dan teknik

…to See the White Land menampilkan bahasa visual abstrak yang menjadi ciri karya Christine Ay Tjoe. Seniman itu dikenal mengeksplorasi kecemasan, emosi, dan pengalaman psikologis manusia melalui bentuk organik dan elemen yang menyerupai ciptaan manusia.

Peralihan artistik Christine terlihat jelas dari latar belakang teknik grafis menuju fokus pada cat minyak sejak sekitar 2009. Periode ini menandai penggunaan sapuan ekspresif dan warna yang intens dalam komposisi abstraknya.

Pameran dan eksposur internasional

Pada 2026, karya Christine juga dipamerkan dalam pameran koleksi Fondazione Sandretto Re Rebaudengo berjudul Don’t have hope, be hope! di Pulau San Giacomo, Venesia, Italia. Pameran berlangsung dari 7 Mei hingga 12 September 2026.

Karya-karya Christine dipajang bersama sejumlah seniman internasional, antara lain:

  • Cecily Brown
  • Anish Kapoor
  • Michael Armitage
  • Matthew Barney

Dampak di pasar seni

Rekor terbaru ini menegaskan posisi Christine Ay Tjoe dalam pasar seni internasional. Kenaikan harga lelang mencerminkan meningkatnya minat kolektor terhadap seni kontemporer Indonesia dan daya tawar karya-karya yang menghadirkan ekspresi psikologis kuat.

Karya-karyanya juga telah dipamerkan di berbagai galeri dan institusi seni di beberapa negara, memperluas jaringan kolektor dan institusi yang mengoleksi hasil karyanya.

Prospek dan konteks

Kenaikan nilai lelang berpotensi mendorong perhatian lebih besar terhadap seniman kontemporer Indonesia di pasar global. Bagi kolektor dan institusi, rekor ini menegaskan pentingnya pemantauan pameran internasional dan lelang utama sebagai indikator nilai karya.

Dengan rekam jejak pameran internasional dan hasil lelang yang terus meningkat, karya Christine Ay Tjoe kemungkinan besar akan terus menjadi fokus dalam diskusi pasar seni kontemporer global.

Tiara Permata
Penulis
Tiara Permata

Jurnalis hiburan yang fokus pada dunia selebritas, film, musik, dan budaya populer.

Berita Terkait