REI DKI Dorong 29 Ribu Apartemen Kosong Jadi Solusi Hunian
DPD REI DKI Jakarta bersama Pemerintah Provinsi DKI mendorong optimalisasi existing housing stock—termasuk sekitar 29.000 unit apartemen yang belum terserap pasar—sebagai solusi cepat untuk mengatasi kekurangan hunian di Jakarta.
Dorongan optimalisasi stok hunian
Usulan itu mengemuka dalam Rapat Kerja Daerah (RAKERDA) REI DKI Jakarta 2026. Pertemuan menghadirkan pemerintah, pengembang, lembaga pembiayaan, dan pemangku kepentingan perumahan untuk mencari langkah nyata menanggulangi krisis hunian.
Ketua DPD REI DKI, Arvin F. Iskandar, menegaskan penyelesaian masalah perumahan tidak cukup hanya lewat pembangunan proyek baru. Sebagian solusi sudah tersedia dalam hunian yang siap huni namun belum terserap pasar.
“Persoalan kita bukan hanya bagaimana membangun rumah baru, tetapi bagaimana rumah yang sudah tersedia dapat benar-benar dimiliki dan dihuni oleh masyarakat yang membutuhkan. Karena itu, existing housing stock harus dipandang sebagai bagian dari solusi penyediaan hunian Jakarta,”
Data dan potensi 29.000 unit
Berdasarkan riset yang menjadi rujukan REI DKI, ada sekitar 29.000 unit apartemen kosong di Jakarta. Kondisi ini dinilai sebagai peluang strategis untuk mempercepat penyediaan hunian tanpa menunggu pembangunan baru.
REI menilai agar stok ini terserap perlu kebijakan yang tepat, insentif, dan akses pembiayaan yang adaptif sehingga hunian menjadi terjangkau bagi target penerima.
Skema pembiayaan: FPPR dan akses kredit
Pemerintah provinsi berupaya melengkapi strategi dengan skema pembiayaan. Kepala Bidang Pembiayaan dan Kemitraan Perumahan DPRKP DKI, Lady Natalia, menyatakan penyerapan hunian eksisting harus didukung instrumen pembiayaan yang menjangkau masyarakat.
Pemprov DKI telah mengembangkan Fasilitas Pembiayaan Perolehan Rumah (FPPR) untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Skema ini menawarkan beberapa fasilitas sebagai berikut:
- Bunga tetap 5% hingga akhir tenor
- Pembiayaan hingga 100% tanpa uang muka
- Tenor hingga 20 tahun
- Perlindungan asuransi kredit, kebakaran, dan jiwa
- Tanpa biaya provisi dan administrasi
Skema FPPR bisa diterapkan pada hunian eksisting, sehingga berpotensi mempercepat penyerapan unit yang sudah tersedia.
Peran pemerintah dan pengembangan TOD
Sekretaris Daerah DKI, Uus Kuswanto, menekankan bahwa penyediaan hunian adalah bagian dari transformasi Jakarta menuju kota global. Ia menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha.
“Jakarta sedang berada pada momentum transformasi menuju kota global. Yang kita bangun bukan hanya infrastruktur, tetapi juga kualitas hidup masyarakat,”
Pemprov juga mendorong pengembangan kawasan berbasis transportasi publik atau Transit Oriented Development (TOD) yang terintegrasi dengan MRT, LRT, KRL, dan TransJakarta untuk menghadirkan hunian yang dekat dengan sarana transportasi.
Regulasi dan perhatian pada kelompok MBT
REI DKI mendukung penyusunan Rancangan Peraturan Daerah tentang Rumah Susun. Regulasi ini diharapkan memperkuat ekosistem penyediaan hunian, khususnya bagi kelompok Masyarakat Berpenghasilan Tertentu (MBT).
“Mereka tidak cukup rendah untuk masuk seluruhnya dalam skema subsidi, tetapi juga belum cukup kuat untuk membeli hunian komersial. Padahal mereka membutuhkan hunian dekat dengan tempat kerja dan transportasi publik,”
Selain skema pembiayaan dan kebijakan, DPRKP telah membangun kolaborasi dengan perbankan dan pengembang melalui proyek Hunian Terjangkau Milik (HTM), seperti:
- Menara Samawa
- Menara Kanaya
- Sentraland Cengkareng
- Bandar Kemayoran
- Kolaborasi dengan PT SPI
Ketiga pihak sepakat bahwa percepatan penyediaan hunian layak dan terjangkau membutuhkan sinergi kebijakan, pembiayaan, dan pengembang. Optimalisasi stok hunian yang sudah ada, dukungan pembiayaan seperti FPPR, pengembangan TOD, serta penguatan regulasi diharapkan mempercepat terwujudnya hunian berkelanjutan bagi warga Jakarta.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...