Fadli Zon Tekankan Pemadam dalam Revitalisasi Desa Adat Sade
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan revitalisasi Desa Adat Sade, Nusa Tenggara Barat, harus dilengkapi fasilitas keselamatan kebakaran. Pernyataan itu disampaikan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 28 Agustus 2026, menyusul risiko kebakaran pada bangunan tradisional yang banyak menggunakan material mudah terbakar.
Risiko kebakaran pada bahan tradisional
Fadli menyebut material seperti kayu, jerami, dan alang-alang meningkatkan kerentanan terhadap api. Ia mengingatkan bahwa percikan kecil atau konsleting listrik bisa memicu kebakaran hebat pada konstruksi tradisional tersebut.
"Ada percikan sedikit atau ada konsleting dan lain-lain itu mudah terbakar, apalagi bahan-bahan materialnya itu,"
Ia juga menyoroti kondisi cuaca yang memperparah risiko. Menurut Fadli, musim panas berkepanjangan dan fenomena El Nino menjadi tantangan tambahan dalam upaya mitigasi kebakaran.
"Ini memang salah satu tantangannya, apalagi di tengah iklim yang panas berkepanjangan, El Nino seperti sekarang ini,"
Revitalisasi harus sertakan sistem keselamatan
Fadli menegaskan revitalisasi tidak cukup sebatas membangun kembali fisik bangunan yang rusak. Pemerintah perlu memasukkan unsur keselamatan dan mitigasi kebakaran dalam perencanaan untuk membuat kawasan adat lebih tahan risiko.
Ia menyarankan pemasangan instalasi pemadam kebakaran dan fasilitas terkait sebagai bagian dari rencana revitalisasi. Pernyataan ini menggarisbawahi perubahan fokus dari pemulihan semata ke penerapan langkah pencegahan berkelanjutan.
"Ini tantangan ke depan saya kira mungkin harus dilengkapi dengan pemadam kebakaran. Instalasi pemadam kebakaran dan seterusnya,"
Fadli juga merinci komponen yang terdampak, menyebutkan ada sekitar 75 bangunan adat, termasuk kios-kios dan masjid, yang perencanaannya sedang disusun untuk dibangun kembali.
Koordinasi pariwisata dan pengembangan destinasi budaya
Proses revitalisasi akan berjalan beriringan dengan pengembangan potensi wisata budaya. Pemerintah akan berkoordinasi dengan Kementerian Pariwisata agar pemulihan kawasan adat tidak hanya memperbaiki fisik, tetapi juga mendukung pengembangan desa sebagai destinasi yang diminati wisatawan domestik dan mancanegara.
Fadli menilai wisata budaya memiliki peluang besar, sehingga pemulihan Desa Adat Sade harus mempertimbangkan aspek keselamatan sambil memperkuat daya tarik budaya.
Implikasi dan langkah ke depan
Sikap pemerintah yang memasukkan mitigasi kebakaran ke dalam rencana revitalisasi menunjukkan pergeseran menuju pengelolaan risiko yang lebih proaktif. Ke depan, perincian teknis instalasi pemadam, anggaran, dan jadwal pembangunan akan menentukan seberapa cepat kawasan adat dapat pulih dan aman bagi pengunjung serta warga.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
Dolly Parton Meninggal di Usia 80, Ikon Musik Country Amerika
Dolly Parton, legenda musik country Amerika, meninggal di usia 80 tahun; keluarga belum menjelaskan penyebab...
Arti Niche: Pengertian, Contoh, dan Peran di Dunia Digital
Istilah 'niche' merujuk pada segmen atau bidang dengan minat khusus yang banyak dipakai di pemasaran dan med...
Mengapa Maulid Diperingati Setiap 12 Rabiul Awal?
12 Rabiul Awal umum dipakai untuk peringatan Maulid Nabi sebagai momentum mengenang kelahiran dan meneladani...
25 Agustus 2026: 5 Peringatan dari Maulid hingga Hari Perumahan
25 Agustus 2026 memuat lima peringatan penting, termasuk Maulid Nabi dan Hari Perumahan Nasional, serta peri...
Visa Schengen Hingga 5 Tahun dan Beasiswa ke Eropa
Duta Besar Uni Eropa paparkan skema visa cascade yang bisa beri akses multi-entry hingga lima tahun serta ra...
Beragam Tradisi Maulid Nabi di Indonesia: Sekaten hingga Panjang Jimat
Maulid Nabi diperingati 12 Rabiul Awal; di Indonesia dirayakan lewat tradisi lokal seperti Sekaten, Garebeg...