OJK Targetkan Inklusi Keuangan 98% pada 2045
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan tingkat inklusi keuangan nasional mencapai 98 persen pada 2045. Target ini selaras dengan amanat Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045. Pernyataan disampaikan oleh Ketua Dewan Komisioner OJK, Frederica Widyasari Dewi, saat peringatan Hari Indonesia Menabung 2026 di SRMA 13 Bekasi, Jumat, 28 Agustus 2026.
Target OJK dan dasar kebijakan
OJK memandang peningkatan inklusi sebagai bagian dari agenda pembangunan jangka panjang negara. Frederica menyatakan target tersebut memerlukan fokus pada penguatan literasi keuangan masyarakat. Kelompok usia muda menjadi prioritas karena populasinya mencapai sekitar 88 juta jiwa.
Insyaallah harapannya di tahun 2045 inklusi keuangan Indonesia adalah 98 persen
Data literasi dan inklusi saat ini
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2026, indeks inklusi keuangan nasional tercatat sebesar 93,61 persen. Sementara indeks literasi keuangan berada di angka 69,57 persen. Data ini menjadi dasar penilaian OJK terhadap kemajuan akses dan pemahaman keuangan masyarakat.
Namun, capaian untuk pelajar dan mahasiswa masih di bawah rata-rata nasional. Indeks literasi kelompok ini tercatat 62,72 persen dan indeks inklusi 92,76 persen. Frederica menilai angka itu perlu ditingkatkan melalui program edukasi yang lebih intensif.
Ini sudah melampaui target RPJMN Indonesia. Tapi kalau kita melihat literasi keuangan dan inklusi keuangan pelajar dan mahasiswa, ini masih di bawah standar literasi dan inklusi nasional
Risiko belanja digital dan produk paylater
Frederica menyoroti tantangan generasi muda dalam mengelola keuangan di era transaksi digital. Kemudahan belanja daring berpotensi membentuk kebiasaan konsumtif sebelum munculnya penghasilan tetap. Hal ini memperbesar risiko gagal bayar ketika menggunakan layanan pembayaran tunda.
Nah, bahayanya kalau mereka itu belum punya penghasilan, tapi sudah punya habit belanja secara online. Yang mereka nggak tahu gimana nanti cara bayarnya
Ia memberi contoh fenomena buy now pay later atau paylater. Menurutnya, produk tersebut tidak buruk jika dipakai sesuai kemampuan. Namun, penggunaan tanpa pemahaman akan menimbulkan masalah utang di kemudian hari.
Kita banyak melihat bagaimana mereka melakukan buy now, tanpa tahu pay later-nya gimana gitu ya. Buy now, buy now, buy now
Peran pelaku usaha jasa keuangan dan edukasi
OJK meminta pelaku usaha jasa keuangan memperhatikan profil calon pengguna sebelum menawarkan produk yang melibatkan penundaan pembayaran. Edukasi dan literasi dinilai krusial agar masyarakat memahami manfaat, risiko, dan kewajiban dari produk keuangan.
Makanya ini saya juga mengajak teman-teman PUJK, ketika program produk seperti itu kan sebenarnya bukan produk yang jelek. Tapi akan jelek kalau yang menggunakan itu memang belum pantas untuk menggunakan, tidak bijaksana dalam menggunakan, itu yang nggak bagus
Pemerintah dan pemangku kepentingan terkait diharapkan memperkuat program literasi di sekolah dan kampus. Dengan demikian, generasi muda bisa memanfaatkan akses keuangan digital secara bijak. OJK menempatkan literasi sebagai kunci agar target inklusi 98 persen pada 2045 dapat tercapai.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Rupiah Tutup Menguat di Tengah Hati-hati Pasar Jelang Jackson Hole
Rupiah menguat 0,29% ke Rp17.693 per dolar pada 28 Agustus 2026, didorong kehati-hatian pasar jelang pidato...
BI: Likuiditas Perbankan Masih Kuat untuk Optimalkan Penyaluran Kredit
BI menyatakan likuiditas perbankan mulai turun namun masih kuat; penyaluran kredit dapat dioptimalkan lewat...
IHSG Melemah Tipis ke 6.518 pada Penutupan 28 Agustus 2026
IHSG turun 0,06% ke 6.518,12 pada 28 Agustus 2026; nilai transaksi Rp14,9 triliun dan pasar dipengaruhi proy...
Lalamove Catat Lonjakan Pindahan Mahasiswa di Kota Pendidikan
Lalamove mencatat lonjakan permintaan pindahan mahasiswa pada akhir Juli–Agustus 2026, dengan rekor di Malan...
Indodana Fintech Raih Penghargaan Infobank Financial Technology Award 2026
Indodana Fintech meraih predikat Excellent Performance pada Infobank Financial Technology Award 2026 berkat...
IHSG Menguat 0,48% ke 6.548,85 Didukung Kepastian Gubernur BI
IHSG menguat 0,48% ke 6.548,85 pada sesi I 28 Agustus 2026, didukung kepastian calon Gubernur BI dan prospek...