Ekonomi

KAI Siapkan New Gambir Usai Layani 3,87 Juta Penumpang

Bagikan:
Stasiun Gambir dan rel kereta di pusat Jakarta dengan penumpang menunggu kereta

PT Kereta Api Indonesia (KAI) melaporkan Stasiun Gambir melayani 3.871.579 penumpang Kereta Api Jarak Jauh pada periode Januari–Juli 2026 dan menyiapkan transformasi bertahap menjadi kawasan terintegrasi bernama New Gambir. Pengumuman rencana pengembangan disampaikan manajemen pada Jumat, 28 Agustus 2026, sebagai respons atas kebutuhan konektivitas dan pertumbuhan mobilitas ke pusat Jakarta.

Data penumpang dan layanan saat ini

Jumlah tersebut terdiri atas 1.990.205 penumpang berangkat dan 1.881.374 penumpang tiba di Jakarta. Saat ini Gambir melayani 34 perjalanan kereta reguler dengan 78 aktivitas pemberhentian setiap hari.

Selain layanan jarak jauh, jalur layang stasiun dilintasi perjalanan Commuter Line relasi Jakarta Kota–Bogor. Namun, sampai saat ini kereta komuter belum melakukan proses naik turun penumpang di Gambir.

Rencana transformasi: konsep New Gambir

KAI menyebut konsep New Gambir memadukan fungsi transportasi dengan sektor perhotelan dan hiburan di pusat kota. Pengembangan dilakukan secara bertahap untuk menjaga kelancaran operasi dan keselamatan penumpang.

"Gambir memiliki peran strategis dalam ekosistem transportasi Jakarta. Pengembangannya diarahkan untuk memperkuat fungsi Gambir sebagai gerbang perjalanan KA Jarak Jauh sekaligus mendukung konektivitas masyarakat menuju pusat aktivitas Jakarta," ujar Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI.

Kesiapan layanan Commuter Line

KAI menegaskan bila layanan Commuter Line akan dikembangkan di Gambir, sejumlah aspek harus dipersiapkan secara menyeluruh. Hal itu meliputi fasilitas pelanggan, kesiapan peron, alur perpindahan, hingga persetujuan regulator.

  • Fasilitas pelayanan pelanggan dan aksesibilitas
  • Kesiapan peron dan alur perpindahan antarmoda
  • Kapitas lintas, kelistrikan, dan persinyalan
  • Pola operasi yang aman dan andal

"Apabila layanan Commuter Line di Gambir dikembangkan, maka berbagai aspek harus dipersiapkan secara menyeluruh... Keselamatan dan keandalan perjalanan tetap menjadi prioritas utama," kata Anne.

Pertumbuhan KRL dan kebutuhan integrasi

Volume perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) meningkat dari 217.964.892 pada 2022 menjadi 344.621.825 pada 2025. Pertumbuhan itu sebesar 58,11%, atau tambahan sekitar 126.656.933 perjalanan komuter dalam tiga tahun.

Jalur Bogor Line menyumbang 153.538.393 perjalanan atau 44,55% dari total operasional KRL Jabodetabek. Data ini menjadi dasar kuat bagi KAI untuk mendorong integrasi antarmoda menuju pusat kota.

"Transformasi Gambir disiapkan secara bertahap dengan memperhatikan kebutuhan pelanggan, kesiapan operasional, dan pengembangan transportasi publik Jakarta ke depan," ujar Wisnu Pramudya, Executive Vice President Corporate Secretary KAI.

Rencana New Gambir akan berjalan dengan evaluasi berkala dan koordinasi lintas lembaga. Tujuannya adalah meningkatkan kapasitas angkutan sekaligus menjaga keselamatan dan kenyamanan mobilitas menuju pusat Jakarta.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait