Hiburan

Benarkah Musik Berpengaruh pada Perilaku Hewan?

Bagikan:
Anjing, kucing, ayam dan sapi di lingkungan peternakan terkait pengaruh musik

Musik dapat memengaruhi perilaku beberapa hewan. Penelitian dan pengamatan menunjukkan anjing, kucing, ayam petelur, dan sapi perah memberi respons berbeda terhadap jenis dan tempo musik yang didengar, yang berpotensi memengaruhi kesejahteraan dan produktivitas hewan.

Respon anjing dan kucing terhadap musik

Pada anjing, genre seperti klasik, soft rock, dan reggae sering dikaitkan dengan kondisi lebih rileks. Sebaliknya, musik berirama cepat atau suara keras cenderung meningkatkan kegelisahan pada sebagian anjing.

Penelitian juga menemukan bahwa anjing dapat menjadi lebih tenang saat mendengar variasi lagu dibandingkan ketika musik sama diputar berulang-ulang. Musik juga dapat membantu anjing yang mengalami stres, misalnya ketika ditinggal pemilik atau saat pelatihan kandang dan waktu istirahat.

Untuk kucing, pendekatan berbeda diperlukan. Musik khusus kucing dibuat dengan meniru suara alami mereka, seperti suara mendengkur atau kicauan burung, yang menyesuaikan tempo dan frekuensi komunikasi kucing. Pendekatan ini menunjukkan kucing lebih rileks dibandingkan mendengar musik manusia biasa.

Dampak pada unggas dan ternak

Sebuah penelitian pada ayam petelur menunjukkan perubahan perilaku setelah diperdengarkan musik tradisional selama beberapa jam setiap hari. Ayam yang mendengar musik cenderung lebih sering istirahat dan menunjukkan perilaku kurang agresif.

Kelompok Produk telur per 100 ekor (harian)
Dengan musik 92 butir
Tanpa musik 78 butir

Selain jumlah, kualitas telur juga meningkat pada kelompok yang mendengar musik: bobot telur, ketebalan cangkang, dan warna kuning telur menunjukkan perbaikan.

Untuk sapi perah, temuan lain menunjukkan musik klasik dapat meningkatkan produksi susu dibandingkan genre lain, misalnya jazz. Hasil ini mengindikasikan musik mampu memengaruhi performa ternak di beberapa kondisi.

Faktor yang memengaruhi respons

Meski ada bukti efek positif, respons hewan tidak seragam. Beberapa faktor yang menentukan meliputi jenis hewan, karakter individu, jenis musik, durasi, dan volume suara. Oleh karena itu, penggunaan musik harus disesuaikan dengan kebutuhan dan sensitivitas masing-masing hewan.

Rekomendasi praktis

  • Uji dulu dengan volume rendah dan pengamatan perilaku.
  • Gunakan variasi lagu, bukan satu lagu yang diulang terus-menerus.
  • Untuk kucing, pertimbangkan musik yang meniru frekuensi alami mereka.
  • Perhatikan tanda stres seperti agitasi atau penarikan diri.

Temuan yang ada menunjukkan musik berpotensi menjadi alat bantu untuk meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas hewan bila diterapkan dengan tepat. Namun, keputusan menggunakan musik harus mempertimbangkan kondisi spesifik setiap kelompok hewan dan disertai pemantauan berkelanjutan.

Tiara Permata
Penulis
Tiara Permata

Jurnalis hiburan yang fokus pada dunia selebritas, film, musik, dan budaya populer.

Berita Terkait