Kesehatan

Kemenkes: 5,5 Juta Warga Sumatra-Kalimantan Terdampak Karhutla

Bagikan:
Asap karhutla menyelimuti permukiman dan memengaruhi kesehatan warga

Kementerian Kesehatan mencatat sekitar 5–5,5 juta warga di wilayah Sumatra dan Kalimantan terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dampak kesehatan utama terlihat pada lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dengan data kumulatif sejak Juli hingga Agustus 2026 mencapai 13.500 kasus.

Dampak kesehatan dan data ISPA

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyampaikan angka kasus dan kondisi terkini pada keterangan pers, Sabtu, 29 Agustus 2026. Hingga sehari sebelumnya tercatat 4.082 orang masih mengalami ISPA dan memerlukan penanganan serta pemantauan berkelanjutan.

"Wilayah yang terdampak ini populasinya sekitar 5 sampai 5,5 juta. Bayangkan betapa karhutla memberikan efek yang tidak menguntungkan bagi masyarakat,"

Sebagian pasien sudah dinyatakan sembuh setelah mendapatkan perawatan dari tenaga kesehatan. Data kumulatif menunjukkan beban kasus yang signifikan selama dua bulan terakhir.

Perbandingan dengan periode sebelumnya

Dante menegaskan bahwa angka kasus tahun ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Kenaikan ini menjadi perhatian karena pola karhutla yang masih berulang di sejumlah wilayah.

"Grafik menunjukkan kasus ISPA tahun ini lebih tinggi dibandingkan angka kasus tahun sebelumnya. Dampak karhutla terhadap kesehatan masyarakat masih perlu mendapat perhatian serius,"

Kondisi tersebut memperlihatkan perlunya langkah pencegahan dan respons yang berkesinambungan, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Upaya pemerintah dan imbauan kesehatan

Pemerintah menempatkan edukasi masyarakat sebagai strategi utama untuk mengurangi risiko kesehatan akibat karhutla. Imbauan yang disampaikan meliputi pengurangan aktivitas di luar rumah dan penggunaan masker bagi warga di wilayah terdampak.

"Strategi pengendalian akibat karhutla pertama adalah edukasi. Yakni pengurangan risiko kesehatan kepada masyarakat,"

Kementerian Kesehatan juga mendorong komunitas dan petugas kesehatan setempat untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta penyuluhan terkait cara melindungi diri dari paparan asap.

Pemantauan dan tindak lanjut

Kemenkes terus memantau kondisi kesehatan masyarakat di daerah terdampak. Pemantauan ini dimaksudkan untuk memastikan warga yang mengalami gangguan pernapasan memperoleh penanganan sesuai kebutuhan.

Dengan pola kebakaran yang masih berulang, pemerintah menekankan perlunya koordinasi lintas sektor untuk menurunkan angka paparan asap dan menekan jumlah kasus ISPA ke depan.

Putri Anindya
Penulis
Putri Anindya

Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.

Berita Terkait