Kemenkes: 25 Daerah Alami Kualitas Udara Tidak Sehat
Kementerian Kesehatan mencatat 25 kabupaten/kota mengalami kualitas udara tidak sehat akibat kebakaran hutan dan lahan per 27 Agustus 2026. Pemantauan terus dilakukan karena asap karhutla berisiko meningkatkan gangguan kesehatan masyarakat di wilayah terdampak.
Status kualitas udara dan daerah terdampak
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyampaikan data pemantauan yang menunjukkan sejumlah wilayah masih berada pada kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya. Selain Pontianak, daerah di Jambi, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat tercatat terdampak.
Dante menjelaskan bahwa kadar PM2.5 di atas 300 menandakan kondisi udara berbahaya bagi kesehatan publik. Pemerintah memonitor parameter ini untuk menentukan langkah antisipasi.
Dampak kesehatan akibat paparan PM2.5
Pencemaran udara akibat karhutla dapat memicu gangguan pada sistem pernapasan dan organ lain. Partikel halus PM2.5 menembus saluran napas dan berpotensi menimbulkan peradangan.
Partikel PM2,5 itu bisa menimbulkan stimulasi inflamasi atau peradangan di dalam saluran pernapasan. Untuk mereka yang sudah berbakat asma, ini dapat mencetuskan asma,
Menurut Dante, serangan asma berat berisiko menyebabkan kegagalan pernapasan, dan paparan berulang berpotensi berkembang menjadi penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).
Ia juga menyoroti dampak pada anak-anak. Gangguan pematangan paru pada bayi dan balita dapat terjadi, yang jika parah berujung pada kegagalan napas.
Dampak lain dan kelompok rentan
Selain efek pernapasan, paparan partikel karhutla juga dapat menyebabkan iritasi mata dan kulit. Partikel halus ini berpotensi memengaruhi pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular pada kelompok rentan.
Upaya pemantauan dan langkah pemerintah
Pemerintah terus memantau kondisi udara di wilayah terdampak untuk mengantisipasi dampak kesehatan. Pemantauan ini penting untuk menentukan advis kesehatan publik dan prioritas layanan medis di daerah terdampak.
Sebanyak 25 kabupaten/kota di seluruh Indonesia masih memiliki status kualitas udara tidak baik akibat bencana karhutla. Pemerintah terus memantau kondisi udara untuk mengantisipasi dampaknya terhadap kesehatan masyarakat di wilayah terdampak,
Pemahaman risiko dan informasi pemantauan dianggap krusial agar langkah mitigasi dan perlindungan bagi kelompok rentan dapat segera diambil.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
Pneumonia di Pontianak Naik 20% Imbas Kabut Asap Karhutla
Rumah Sakit Bhayangkara Pontianak melaporkan kenaikan kasus pneumonia 20% pada 29 Agustus 2026 akibat membur...
Kemenkes: 13.500 Kasus ISPA Akibat Karhutla Juli–Agustus 2026
Kemenkes catat 13.500 kasus ISPA akibat karhutla Juli–Agustus 2026; 4.082 masih menderita per 27 Agustus di...
5 Buah yang Bantu Tubuh Cepat Pulih Saat Demam
Lima buah—air kelapa, semangka, jeruk, alpukat, dan beri—membantu hidrasi, energi, dan meredakan peradangan...
BPJS: Peserta JKN Dapat Layanan Tanpa Biaya Tambahan
Prihati Pujowaskito pastikan peserta JKN dapat layanan sesuai standar tanpa biaya tambahan saat kunjungan ke...
Uban Muncul di Usia Muda: Penyebab dan Cara Mengatasinya
Uban dini sering dipicu oleh genetik, kurangnya melanin, gaya hidup, nutrisi, dan stres; pewarna rambut dan...
BPJS Keliling Jakarta Utara Maksimalkan Layanan Administrasi
BPJS Keliling Jakarta Utara diluncurkan untuk mempermudah administrasi kepesertaan; pemanfaatan layanan digi...