Teknologi

UNJ Dampingi Guru SD Bekasi Terapkan Digital Storytelling

Bagikan:
Guru SD Bekasi mengikuti pendampingan digital storytelling oleh tim UNJ

Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melalui Program Studi Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, mendampingi guru Sekolah Dasar di Kota Bekasi untuk menerapkan digital storytelling guna memfasilitasi deep learning. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan pada 17 Juni 2026 di SDN Kota Baru IX, Bekasi, dan melibatkan puluhan guru serta mahasiswa sebagai fasilitator.

Kegiatan dan peserta

Kegiatan PkM bertajuk "Pendampingan Implementasi Digital Storytelling untuk Memfasilitasi Belajar Mendalam pada Guru SD di Kota Bekasi" merupakan bagian dari program lebih luas berjudul "Implementasi Media dan Strategi Pembelajaran untuk Memfasilitasi Belajar Mendalam Siswa SD Kota Bekasi". Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Program Studi Teknologi Pendidikan FIP UNJ dan Dinas Pendidikan Kota Bekasi.

Sebanyak 98 guru SD dari berbagai wilayah Kota Bekasi mengikuti rangkaian pendampingan. Dari jumlah itu, 24 guru mendapat sesi yang difasilitasi Tim 2 PkM TP UNJ 2026, sedangkan sisanya bergabung dengan tim pengabdi lain sesuai pembagian kelas.

Tim pengajar dan tujuan pendampingan

Pendampingan dipimpin Ketua Tim 2 PkM TP UNJ 2026, Drs. R.A. Hirmana Wargahadibrata, M.Sc.Ed, bersama Virzha Aulianna Dhaksietsatsura, M.Pd, serta mahasiswa Nayla Azkiah Putriani dan Restu Nurazizah Putri. Tujuan utama adalah memperkuat visi, semangat, dan keterampilan guru dalam mengembangkan storytelling sebagai metode pembelajaran yang mendorong pemahaman mendalam.

"Memfasilitasi Belajar Mendalam (Deep Learning) merupakan agenda utama terkini Kemendikdasmen RI. Variasi dalam memfasilitasinya sangat banyak. Salah satunya ialah melalui metode bercerita (storytelling),"

"Guru-guru SD terpilih di Kota Bekasi ini tentu sudah pernah dan senang melakukannya. Nah, pendampingan kami bertujuan untuk memperkuat visi, semangat, dan keterampilan mereka dalam menerapkan storytelling,"

Materi: meaningful storytelling dan komponennya

Dalam pendampingan, guru diperkenalkan pada konsep meaningful storytelling yang menempatkan cerita sebagai sarana membangun keterlibatan emosional siswa sehingga materi lebih mudah dipahami dan diingat. Tim 2 menjelaskan delapan komponen penting yang menjadi fokus latihan praktis:

  • Cerita yang dekat dengan kehidupan peserta didik (relatable)
  • Memiliki tujuan pembelajaran yang jelas (clear purpose)
  • Alur yang menarik (compelling narrative)
  • Membangun hubungan emosional (emotional connection)
  • Mendorong kolaborasi
  • Disampaikan secara sederhana
  • Tidak bergantung pada besar anggaran
  • Memberikan dampak nyata (impactful)

Integrasi teknologi dalam RPP

Digital storytelling dipadukan dengan kerangka deep learning yang menekankan prinsip mindful, meaningful, dan joyful. Guru dibimbing menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berbasis belajar mendalam yang mengintegrasikan media digital seperti video pembelajaran, LKPD digital, Google Classroom, dan aplikasi desain kreatif.

Setelah kegiatan tatap muka, Tim 2 menyediakan ruang konsultasi melalui grup WhatsApp selama 14–28 hari untuk berbagi praktik baik dan memberikan umpan balik terhadap perangkat pembelajaran yang disusun guru.

Dampak, kolaborasi, dan prospek

Model pendampingan berkelanjutan ini diharapkan meningkatkan kepercayaan diri guru dalam merancang pembelajaran yang mendorong berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi. Kegiatan PkM ini juga mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi serta beberapa Indikator Kinerja Utama UNJ, dan berkontribusi terhadap pencapaian SDG khususnya tujuan pendidikan berkualitas dan kemitraan.

Tim 2 berharap penerapan digital storytelling semakin meluas di sekolah dasar sehingga pembelajaran menjadi lebih kontekstual, interaktif, dan bermakna bagi perkembangan kompetensi abad ke-21.

Naufal Hakim
Penulis
Naufal Hakim

Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.

Berita Terkait