Teknologi

UPH Festival 2026 Tutup: Mahasiswa Baru Diajak Temukan Panggilan

Bagikan:
Kemeriahan penutupan UPH Festival 2026 dengan konser dan kembang api

Universitas Pelita Harapan (UPH) menutup rangkaian UPH Festival 2026 pada 15 Agustus 2026 di kawasan Lippo Village dengan tema "Called: Why Am I Here?", mengajak mahasiswa baru melihat pendidikan tinggi bukan sekadar persiapan karier, melainkan proses menemukan panggilan hidup dan mengembangkan talenta untuk memberi dampak.

Founder’s 5K Run: Awal Refleksi dan Semangat "Finish What You Start"

Hari penutupan dimulai dengan tradisi Founder’s 5K Run yang menyatukan mahasiswa baru, dosen, staf, dan pimpinan. Ribuan peserta berlari mengelilingi Lippo Village membawa pesan untuk menyelesaikan apa yang dimulai.

Stephen Lester Metcalfe, Executive Director of UPH Sport dan Sports Advisor YPPH, menilai lari bersama ini lebih dari aktivitas fisik. Kegiatan juga menjadi momen refleksi spiritual terhadap konsep Imago Dei.

"Kita diciptakan menurut gambar Allah... ketika kita menggunakan tubuh kita untuk bergerak, kita merayakan Sang Pencipta,"

Beberapa peserta menyelesaikan rute dengan ritme masing-masing. Limson Axel Wijaya menjadi finisher pertama putra (29 menit), sementara Alice Luo menjadi finisher pertama putri (34 menit).

Sesi AI: Pelayanan, Bukan Pengganti Relasi Manusia

Setelah lari, sesi bertajuk "AI Will Change Everything. Will It Change You?" dipandu oleh Dr. Niel Nielson. Ia mengingatkan mahasiswa bahwa kecerdasan buatan akan mengubah banyak profesi — namun bukan menggantikan nilai-nilai kemanusiaan.

"AI dapat menghitung... tetapi AI tidak dapat mengasihi, tidak dapat membedakan kebaikan dan kejahatan secara moral,"

Dr. Niel menekankan penggunaan AI harus disertai sikap kritis, bijaksana, dan tanggung jawab agar teknologi memperkuat, bukan menggantikan, hubungan antarmanusia.

Called & Life That Matters: Lima Prinsip Menemukan Panggilan

Dr. Andry M. Panjaitan dari Student Development mengajak mahasiswa mengembangkan talenta dan kepemimpinan melalui pengalaman akademik, komunitas, dan tantangan. Ia memperkenalkan lima prinsip sebagai panduan:

  • Memahami panggilan hidup lebih luas dari sekadar karier;
  • Melihat tantangan sebagai kesempatan bertumbuh;
  • Memimpin dengan sikap melayani;
  • Memanfaatkan talenta untuk memberi dampak bagi sesama;
  • Menggunakan ilmu dan pengaruh secara bertanggung jawab untuk memuliakan Tuhan dan berkontribusi bagi Indonesia.

"Jangan pernah takut bermimpi besar... Jadilah Shalom Community. Ingatlah kalian berharga bukan karena prestasi, melainkan karena siapa yang menciptakan dan menebus kalian,"

Imago Dei Celebration: Konser dan Kembang Api sebagai Penutup

Penutupan resmi berlangsung lewat Imago Dei Celebration Concert and Fireworks. Penampilan paduan suara UPH Choir dan Fakultas Musik menutup festival dengan suasana perayaan yang mengajak mahasiswa baru meresap identitas mereka sebagai Imago Dei.

Rektor UPH, Dr. (Hon.) Jonathan L. Parapak, dalam sambutan berharap festival menjadi berkat dan mematangkan kesiapan mahasiswa memasuki Tahun Akademik 2026/2027.

"Selamat datang, warga UPH yang baru... Kami mendoakan agar kalian diberkati Tuhan dan berhasil dalam perkuliahan,"

Penutup: Awal Perjalanan Kampus

Penutupan UPH Festival 2026 menandai akhir rangkaian pengenalan, bukan akhir perjalanan. Mahasiswa baru kini memasuki tahap pembelajaran di kelas, organisasi, riset, dan pengalaman kepemimpinan—semua sebagai proses menemukan panggilan dan memberi kontribusi bagi masyarakat.

Melalui pendidikan holistis, UPH berkomitmen mempersiapkan lulusan yang berintegritas, takut akan Tuhan, dan berdampak bagi bangsa.

Naufal Hakim
Penulis
Naufal Hakim

Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.

Berita Terkait