Kemenekraf Dorong UMKM Bukittinggi Bangkit lewat Desain Kemasan
Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) mendorong pemulihan ekonomi masyarakat Bukittinggi, Sumatera Barat, dengan memperkuat desain kemasan produk UMKM. Program Ekraf Peduli bertajuk “Pulih Bersama, Bangkit Berdaya” menggelar pelatihan pada 29 Agustus 2026 untuk meningkatkan daya saing produk lokal.
Program dan peserta
Kegiatan diikuti oleh 50 pelaku usaha dari subsektor kuliner, kriya, fesyen, serta seni dan budaya. Peserta membawa produk dan kemasan masing-masing untuk dievaluasi.
Kemenekraf menekankan bahwa kemasan bukan sekadar pembungkus. Kemasan berfungsi sebagai identitas merek dan alat strategi pemasaran.
Materi dan metode pelatihan
Pelatihan berlangsung satu hari dan mengombinasikan teori serta praktik. Materi dirancang untuk memberi kemampuan langsung kepada pelaku usaha.
- Materi dasar desain kemasan
- Studi kasus produk lokal
- Praktik dan simulasi desain
- Pemberian umpan balik dan pendampingan
Peserta mendapat bimbingan untuk menyesuaikan kemasan dengan karakter produk dan target pasar. Pendekatan itu sekaligus membangun kemampuan storytelling pada setiap merek.
Dukungan lanjutan
Sebagai tindak lanjut, lima desain kemasan terbaik akan mendapat fasilitas redesign melalui Klinik Desain Kementerian Perdagangan. Fasilitas ini diharapkan membantu produk tampil lebih menarik di pasar lokal dan regional.
Kutipan narasumber
"Keunikan budaya dan keunggulan cerita atau storytelling yang kita miliki merupakan kunci utama. Konsumen tidak lagi sekadar membeli produk fisik, tetapi juga nilai dan kisah yang menyertainya,"
— ujar Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar pada 29 Agustus 2026.
"Saya sangat terbantu dan senang bisa berkonsultasi mengenai kemasan yang menarik secara gratis. Terima kasih kepada Kementerian Ekraf yang telah memfasilitasi acara ini,"
— kata salah satu peserta, Netti Herawati, yang mengapresiasi aspek praktis pelatihan.
Dampak dan prospek
Kemenekraf berharap penguatan kapasitas desain kemasan dapat mempercepat pemulihan ekonomi Bukittinggi pasca-bencana. Identitas kemasan dan narasi produk dipandang sebagai alat penting untuk meningkatkan nilai tambah dan penetrasi pasar.
Dengan dukungan desain profesional dan pendampingan lanjutan, produk UMKM diharapkan lebih kompetitif baik di pasar domestik maupun luar negeri.
Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...