Kesehatan

CKG Jadi Pintu Masuk Jaga Kesehatan Anak, Kata Wamen PPPA

Bagikan:
Wamen PPPA Veronica Tan mendorong program Cek Kesehatan Gratis untuk anak di sekolah

Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA) Veronica Tan menyatakan Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi pintu masuk untuk menjaga kesehatan anak sejak dini. Pernyataan itu disampaikan di Jakarta pada Sabtu, 29 Agustus 2026, saat mendorong upaya preventif agar anak tidak mudah sakit dan terbiasa hidup sehat.

CKG sebagai upaya preventif sejak dini

Veronica menekankan pentingnya tindakan pencegahan, bukan sekadar pengobatan setelah sakit. Menurutnya, CKG mendorong deteksi dini masalah kesehatan dan pembentukan pola hidup sehat pada anak sejak usia dini.

"Menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan setelah sakit dengan berobat, tetapi harus dilaksanakan sebelum itu. Manfaatkan program Cek Kesehatan Gratis karena menjadi pintu masuk membangun upaya preventif sejak dini,"

Ia juga meminta sekolah menjadi mitra aktif dalam program ini dan melibatkan orang tua untuk memastikan tindak lanjut hasil pemeriksaan.

Data capaian dan layanan di lapangan

Kementerian Kesehatan melaporkan sebanyak 15,2 juta anak mengikuti CKG di sekolah sepanjang 2026. Di Kota Bogor, tercatat 375 sekolah telah menerima layanan tersebut.

Hasil pemeriksaan disarankan ditindaklanjuti segera oleh orang tua dan fasilitas kesehatan agar tumbuh kembang anak tetap optimal.

"Setelah anak-anak mendapatkan hasil CKG, saya meminta Wamen PPPA melibatkan orang tua dalam tindak lanjut kesehatan anak. Peran orang tua sangat penting dalam memberikan perawatan dan memastikan kesehatan anak tetap terjaga secara optimal,"

Peran sekolah, orang tua, dan fasilitas kesehatan

Veronica mendorong integrasi antara sekolah, puskesmas, orang tua, dan tenaga kesehatan. Ia menyoroti pentingnya edukasi berkelanjutan, terutama bagi ibu hamil, untuk memastikan kesehatan anak sejak dalam kandungan.

"Edukasi kepada ibu hamil perlu dilakukan secara terus menerus. Kesehatan anak dimulai sejak dalam kandungan hingga 1.000 hari pertama kehidupan,"

Selain itu, Veronica mengapresiasi peran tenaga kesehatan dan menekankan perlunya penguatan kolaborasi tingkat lokal untuk edukasi yang komprehensif.

1.000 HPK dan kolaborasi lintas sektor

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyebut program 1.000 Hari Pertama Kehidupan (1.000 HPK) sebagai fondasi peningkatan kesehatan anak. Ia menjelaskan empat titik intervensi kunci:

  • Sebelum masa kehamilan
  • Masa kehamilan hingga bayi baru lahir
  • Masa di bawah dua tahun
  • Penguatan layanan kesehatan

"Pencapaian target kesehatan anak membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan lembaga serta dukungan berbagai mitra secara berkelanjutan. Kementerian Kesehatan tidak dapat bekerja sendiri untuk memastikan program kesehatan anak berjalan optimal di seluruh Indonesia,"

Gabungan program CKG dan 1.000 HPK diharapkan memperkuat deteksi dini, intervensi, dan pendampingan tumbuh kembang anak. Ke depan, penguatan sinergi antara sekolah, puskesmas, keluarga, dan komunitas menjadi kunci agar manfaat program menjangkau seluruh anak di Indonesia.

Putri Anindya
Penulis
Putri Anindya

Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.

Berita Terkait