Pneumonia di Pontianak Naik 20% Imbas Kabut Asap Karhutla
Rumah Sakit Bhayangkara Anton Soedjarwo Pontianak mencatat peningkatan kasus pneumonia sebesar 20 persen seiring memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan. Pernyataan itu disampaikan oleh kepala rumah sakit pada Sabtu, 29 Agustus 2026, terkait antisipasi peningkatan pasien dengan gangguan pernapasan.
Lonjakan kasus dan langkah antisipasi rumah sakit
Peningkatan kasus infeksi paru-paru mendorong rumah sakit menyiapkan berbagai langkah operasional. Rumah sakit menambah tenaga kesehatan dan menyiapkan alat medis untuk menangani pasien pernapasan. Selain itu, ruang perawatan disiapkan dan sistem koordinasi dengan rumah sakit lain diperkuat untuk mengantisipasi lonjakan pasien.
Sehingga rumah sakit mengantisipasi peningkatan kasus dengan menyiapkan tenaga kesehatan, alat medis. Adapun ruang perawatan, serta sistem koordinasi dengan rumah sakit lain
Dampak kabut asap pada kesehatan pernapasan
Dokter spesialis paru Rumah Sakit Bhayangkara Anton Soedjarwo Pontianak memperingatkan bahwa paparan kabut asap dapat memperburuk saluran pernapasan. Kondisi ini bisa berkembang menjadi pneumonia, terutama jika paparan terjadi terus-menerus dan tubuh tidak mampu mentoleransinya.
Orang tua lebih banyak dan rentan terdampak pneumonia, bisa karena kabut asap ini
Gejala awal dan kelompok rentan
Menurut dokter paru, gejala awal akibat paparan asap antara lain batuk dan bersin. Gejala ini muncul lebih cepat pada masyarakat dengan alergi atau riwayat asma. Jika paparan berlangsung terus-menerus dan tubuh tidak mampu mentoleransinya, gejala dapat berkembang menjadi sesak napas.
Kalau paparan berlangsung terus-menerus dan tubuh tidak mampu mentoleransinya. Gejala dapat berkembang menjadi sesak napas
Imbauan bagi masyarakat
Dokter mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah ketika kualitas udara memburuk. Jika terpaksa beraktivitas di luar, masyarakat disarankan menggunakan masker untuk mengurangi paparan partikel berbahaya.
- Kurangi aktivitas di luar rumah saat kualitas udara menurun
- Gunakan masker saat berada di luar ruangan
- Waspadai gejala awal seperti batuk, bersin, dan sesak napas
Rumah sakit terus memantau perkembangan kasus dan tetap meningkatkan koordinasi layanan kesehatan. Langkah antisipatif ini penting untuk merespons potensi peningkatan pasien pernapasan selama kondisi kabut asap berlangsung.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
Uban Muncul di Usia Muda: Penyebab dan Cara Mengatasinya
Uban dini sering dipicu oleh genetik, kurangnya melanin, gaya hidup, nutrisi, dan stres; pewarna rambut dan...
BPJS Keliling Jakarta Utara Maksimalkan Layanan Administrasi
BPJS Keliling Jakarta Utara diluncurkan untuk mempermudah administrasi kepesertaan; pemanfaatan layanan digi...
BPJS Kesehatan Jakut Wajibkan Surat Kontrol Digital Mulai 1 September
BPJS Kesehatan Jakarta Utara mewajibkan surat kontrol digital bagi fasilitas rujukan efektif 1 September unt...
BPJS Kesehatan Jakut Tegaskan Kemandirian Penjaminan JKN
BPJS Kesehatan Jakarta Utara menegaskan JKN bersifat mandiri; asuransi swasta hanya boleh melengkapi biaya s...
BPJS Jakut Ajak Warga Cicil Tunggakan lewat REHAB 3.0
BPJS Kesehatan Jakarta Utara buka program REHAB 3.0 agar warga bisa mencicil tunggakan iuran mulai Rp10.000...
BPJS Kesehatan Jakut Sosialisasikan 3 Program Layanan Baru
BPJS Kesehatan Jakarta Utara sosialisasikan tiga program: surat kontrol digital, REHAB cicilan iuran PBPU, d...