Kesehatan

Layanan Kesehatan Pascagempa Pulih dalam Dua Pekan

Bagikan:
Tenda layanan kesehatan darurat di lokasi terdampak gempa

Kementerian Kesehatan menyatakan seluruh fasilitas kesehatan terdampak gempa kembali beroperasi dalam kurang dari dua minggu sejak bencana, Sabtu, 29 Agustus 2026. Pemulihan dilakukan meski gempa susulan masih terjadi, dengan layanan sementara banyak berjalan di luar bangunan menggunakan tenda.

Pemulihan layanan dalam dua pekan

Kemenkes memastikan pelayanan kesehatan tetap tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak. Sebagian fasilitas yang rusak kini dioperasikan kembali atau menjalankan fungsi pelayanan secara terbatas.

Proses pemulihan dilakukan cepat untuk mencegah gangguan akses layanan primer dan rujukan. Menurut keterangan resmi, koordinasi intensif memungkinkan perbaikan operasional dalam waktu singkat.

Pelayanan di tenda sebagai antisipasi

Untuk mengantisipasi risiko gempa susulan, banyak fasilitas masih menempatkan pelayanan di luar gedung. Penggunaan tenda darurat diterapkan pada puskesmas dan rumah sakit tertentu.

"Fasilitas kesehatan yang terdampak harus segera dioperasikan. Sekarang, setelah satu minggu memasuki minggu kedua, semuanya sudah beroperasional,"

"Karena gempa masih terjadi, masyarakat dan tenaga kesehatan khawatir masuk gedung. Kemenkes menyiapkan tenda kesehatan untuk pelayanan di luar gedung, baik puskesmas maupun rumah sakit,"

Koordinasi lintas kementerian dan lembaga

Pemulihan layanan dilakukan melalui kerja sama antarinstansi. Kemenkes berkoordinasi dengan beberapa pihak untuk penanganan darurat dan logistik kesehatan.

  • BNPB
  • Kementerian Sosial
  • Basarnas
  • TNI dan Polri
  • Tenaga kesehatan dan masyarakat setempat

Menurut pihak Kemenkes dan BNPB, bantuan kesehatan telah disalurkan dalam waktu singkat setelah kejadian. Langkah ini termasuk penyediaan tenaga medis, obat, serta fasilitas sementara.

Rencana pemeliharaan dan pembangunan kembali

Kemenkes bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PUPR) sedang menyusun rencana pemeliharaan dan rekonstruksi fasilitas yang mengalami kerusakan. Perencanaan ini mencakup penilaian keretakan bangunan dan prioritas perbaikan.

"Pemeliharaan fasilitas kesehatan bencana dan pembangunan kembali tempat yang retak masih kita susun. Kami susun perencanaannya bersama PUPR,"

Pemantauan dan prospek ke depan

Pemerintah terus memantau kondisi wilayah agar layanan kesehatan tetap tersedia selama proses pemulihan. Penggunaan fasilitas sementara dipertahankan sampai bangunan dinyatakan aman bagi tenaga kesehatan dan pasien.

Implikasinya, ketersediaan layanan primer dan rujukan di daerah terdampak diupayakan tidak terganggu meski rekonstruksi fisik fasilitas masih berlangsung.

Putri Anindya
Penulis
Putri Anindya

Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.

Berita Terkait