Olahraga

Menang 80-54, Singleton Kritik Timnas Basket Indonesia

Bagikan:
David Singleton memberi arahan kepada pemain Timnas Basket Indonesia di pinggir lapangan

Pelatih David Singleton memberi catatan keras meski timnya menang telak 80-54 atas Singapura pada laga perdana Grup C di Arena Seremban, Malaysia, Jumat, 28 Agustus 2026. Ia menyoroti turunnya intensitas permainan setelah Indonesia memimpin jauh di babak pertama.

Hasil dan jalannya pertandingan

Indonesia memimpin besar sejak paruh pertama dan unggul 57-28 sebelum memasuki kuarter terakhir. Meski begitu, Singapura tampil agresif di kuarter keempat dan membukukan 26 poin dalam periode tersebut.

Skor akhir 80-54 memastikan kemenangan nyaman bagi Timnas Basket Putra Indonesia, namun angka kuarter keempat menimbulkan kekhawatiran bagi staf pelatih.

Kritik dan evaluasi Singleton

Singleton menilai timnya kehilangan fokus setelah mengumpulkan keunggulan. Menurut dia, relaksasi itu memberi ruang bagi Singapura untuk meningkatkan tempo dan menekan balik.

“Satu-satunya hal adalah kita tidak terus menekan pedal gas,”

Pelatih berusia 38 tahun itu menekankan pentingnya menjaga standar permainan sampai peluit akhir. Ia menegaskan, kemenangan besar bukan alasan untuk mengendurkan disiplin.

“Alasan mereka bisa bermain sedikit lebih baik di babak kedua adalah karena tim kita mulai santai, dan itu tidak bisa dimaklumi,”

Ia menambahkan bahwa tim perlu cepat merespons setiap perubahan situasi di lapangan dan tidak membiarkan lawan mendapatkan momentum.

“Standar kita bukanlah untuk bersantai lalu membiarkan tim lawan bangkit,”

“Mereka juga meningkatkan intensitas permainan saat tertinggal jauh,”

“Kita harus berpegang pada standar kita, bermain sekeras mungkin, serta merespons situasi dengan lebih baik,”

Implikasi menjelang laga berikutnya

Evaluasi ini menjadi fokus persiapan Indonesia untuk menghadapi Hong Kong pada Minggu, 30 Agustus 2026. Singleton berharap para pemain menerapkan koreksi cepat agar performa lebih konsisten.

Pelatih meminta perhatian pada detail, intensitas, dan disiplin sehingga tim mampu memelihara keunggulan kapan pun memimpin. Singleton menegaskan bahwa standar permainan harus dipertahankan sampai pertandingan benar-benar usai.

Target tim ke depan adalah menjaga konsistensi performa dan menutup celah yang memungkinkan lawan bangkit, terutama di momen-momen akhir pertandingan. Singleton berharap perbaikan itu terlihat saat menghadapi Hong Kong pada 30 Agustus 2026.

Yoga Prasetyo
Penulis
Yoga Prasetyo

Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.

Berita Terkait