KAI Terapkan Safety at Scale pada 190 Perlintasan Sebidang
PT Kereta Api Indonesia (KAI) menerapkan pendekatan safety at scale pada 190 titik prioritas perlintasan sebidang sebagai upaya menurunkan risiko kecelakaan. Kebijakan ini juga berdasarkan pemetaan risiko pada 1.214 lokasi perlintasan di seluruh jaringan operasional hingga Juli 2026.
Alasan dan capaian awal
Langkah pengamanan datang seiring lonjakan layanan angkutan massal. Sampai Juli 2026, total pelanggan kereta mencapai 307,86 juta: KAI Commuter 242,93 juta dan Kereta Api Jarak Jauh serta Lokal 35,26 juta. Peningkatan perjalanan menuntut standar keselamatan yang lebih matang.
Pemetaan risiko perlintasan
KAI memetakan 1.214 perlintasan dan mengelompokkan risiko tiap lokasi. Hasil pemetaan menunjukkan variasi tingkat risiko yang menjadi dasar prioritas penanganan.
| Kategori Risiko | Jumlah Lokasi |
|---|---|
| Risiko tinggi | 43 |
| Risiko sedang | 630 |
| Risiko rendah | 538 |
| Sangat rendah | 3 |
Langkah teknis dan kolaborasi
Perbaikan fasilitas mencakup pemasangan gardu, rambu, serta alat komunikasi untuk petugas. KAI juga menyiagakan SDM tersertifikasi dan menyusun tahapan teknis pemasangan pintu perlintasan sebidang.
- Peningkatan infrastruktur keselamatan di perlintasan
- Penyiagaan petugas bersertifikat
- Koordinasi antarinstansi terkait pengaturan lalu lintas
Kebijakan berbasis evaluasi lapangan
Menurut Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, penanganan dibuat berdasarkan kondisi nyata tiap lokasi — meliputi karakter lalu lintas, status perlintasan, lingkungan, dan intensitas perjalanan kereta.
“Semakin tinggi intensitas perjalanan, semakin besar kebutuhan terhadap disiplin operasi, pengelolaan risiko, kesiapan SDM, teknologi, infrastruktur, dan kolaborasi di sepanjang jaringan.”
Anne menambahkan bahwa KAI bersama pemangku kepentingan telah menuntaskan penutupan 172 perlintasan sebagai bagian dari program prioritas.
Kerangka jangka panjang
Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2026 memperkuat sistem Train Safety & Security serta layanan rel pintar (intelligent rail service). Tema korporat adalah Strengthening Operational and Organizational Foundations untuk mendukung modernisasi sarana.
Konsekuensi keselamatan publik
KAI menekankan bahwa teknologi dan fasilitas hanya menjadi lapisan perlindungan. Kepatuhan pengguna jalan dan koordinasi instansi tetap krusial untuk menekan angka kecelakaan di titik persinggungan.
“Teknologi dan fasilitas memberikan lapisan perlindungan. Disiplin pengguna jalan, kepatuhan terhadap rambu dan koordinasi antarinstansi melengkapi lapisan tersebut,”
Pernyataan manajemen
Executive Vice President Corporate Secretary KAI, Wisnu Pramudya, menegaskan komitmen perusahaan untuk menyempurnakan standar pengelolaan risiko demi pertumbuhan jaringan yang aman.
“World-class railway dimulai dari kemampuan tumbuh dengan aman. Ketika jumlah perjalanan meningkat, standar pengelolaan risiko juga harus semakin matang.”
Sebagai konteks global, United Nations Human Settlements Programme (UN-Habitat) melaporkan pada 30 Agustus 2026 bahwa kecelakaan lalu lintas menyebabkan sekitar 3.260 kematian per hari di seluruh dunia, menegaskan pentingnya upaya keselamatan di tingkat lokal dan internasional.
Dengan basis pemetaan risiko dan penguatan fasilitas, KAI menargetkan penanganan perlintasan berbasis bukti lapangan untuk menurunkan insiden di titik-titik kritis sambil mendukung pertumbuhan layanan kereta ke depan.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
KAI Layani 307,86 Juta Pelanggan, Mulai Transformasi 2030
KAI melayani 307,86 juta pelanggan Januari–Juli 2026 dan meluncurkan rencana transformasi 2026–2030 untuk la...
Berbeda Custom Kembangkan Jasa Lukis pada Jaket, Sepatu, Interior
Berbeda Custom mengubah jaket, sepatu, dan tas jadi kanvas personal. Dari hobi kuliah ke usaha, kini layanan...
Saham BYAN Mengemuka, IAW Ingatkan Pengawasan Regulator
IAW minta pengawasan ketat atas saham BYAN jika perubahan pengendalian benar terjadi; regulator diminta mene...
Pemerintah Beri Fleksibilitas Penempatan DHE SDA, Simak Aturannya
Pemerintah memberi fleksibilitas penempatan DHE SDA lewat Pasal 18A PP 21/2026, atur negara, kriteria ekspor...
30 Perusahaan Raih IQSA Awards 2026, Dorong Budaya K3 Berkelanjutan
Sebanyak 30 perusahaan menerima IQSA Awards 2026 di Jakarta sebagai apresiasi penerapan QHSE yang konsisten...
BEI: Perdagangan Saham Sepekan Bergerak di Zona Negatif
Perdagangan saham BEI pada 24-28 Agustus 2026 berakhir negatif; IHSG turun 0,12% dan transaksi mengalami pen...