Telkom Dorong Percepat Adopsi AI untuk Enterprise di Asia Pasifik
Telkom Solution mendorong perusahaan di Asia Pasifik mempercepat adopsi Artificial Intelligence (AI) agar berubah dari eksperimen menjadi implementasi bisnis yang nyata. Dorongan ini disampaikan dalam forum ignitePRO pada rangkaian Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026 di Bali, dengan fokus menyiapkan data, infrastruktur, keamanan, sumber daya manusia, dan tata kelola.
Empat pilar untuk AI-enabled enterprise
Telkom Solution memperkenalkan kerangka kerja empat pilar sebagai fondasi transformasi AI. Keempat pilar tersebut menekankan pendekatan organisasi dan ekosistem, bukan hanya pemilihan teknologi.
- Intelligence: kesiapan AI dan kemampuan analitik untuk mendukung keputusan bisnis.
- Trust: tata kelola, keamanan data, dan kepatuhan yang memastikan penggunaan AI bertanggung jawab.
- Infrastructure: infrastruktur digital yang skalabel dan andal untuk menjalankan solusi AI.
- Collaboration: kolaborasi antar pemangku kepentingan termasuk mitra teknologi, investor, dan regulator.
Tantangan utama implementasi AI
Menurut pembahasan di ignitePRO, tantangan enterprise saat ini bukan sekadar memilih model atau platform AI. Perusahaan harus membangun fondasi data yang bersih, menyiapkan infrastruktur, memperkuat tata kelola, serta mengembangkan kapasitas SDM agar perubahan cara kerja dapat berlangsung.
Ambisi untuk mengadopsi AI memang besar dan ide-idenya pun sangat banyak. Namun, tantangan sesungguhnya adalah bagaimana membawa AI dari sekadar pembuktian konsep menjadi implementasi yang benar-benar terintegrasi dalam strategi bisnis dan menghasilkan dampak nyata.
Selain itu, transformasi operasional dan komitmen kepemimpinan menjadi penentu keberhasilan. Tanpa dukungan pimpinan dan model operasional yang disesuaikan, inisiatif AI berisiko berhenti pada tahap pilot.
AI harus mampu menciptakan nilai, baik melalui peningkatan produktivitas, percepatan inovasi, maupun pengalaman pelanggan. Untuk itu, organisasi perlu memiliki fondasi data yang kuat, tata kelola yang baik, serta komitmen kepemimpinan dalam membangun kapabilitas AI secara berkelanjutan.
Peran ignitePRO dalam ekosistem digital
ignitePRO mengumpulkan pemimpin bisnis, pemerintahan, teknologi, investor, dan mitra ekosistem digital untuk membahas bagaimana AI dapat diterapkan secara terukur. Forum ini memperluas topik dari sekadar jaringan dan infrastruktur menjadi penerapan teknologi yang menghasilkan dampak bisnis nyata.
Dengan fokus pada keempat pilar, Telkom Solution menargetkan percepatan adopsi AI yang terintegrasi dan bertanggung jawab di seluruh sektor. Langkah ini diharapkan mempercepat transformasi digital perusahaan di kawasan Asia Pasifik dan mendorong inovasi yang berdampak pada produktivitas dan pengalaman pelanggan.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...