Kementerian UMKM Ajukan Tambahan Rp1,5 Triliun, Rp622 M untuk Sumatra
Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengajukan tambahan anggaran sekitar Rp1,5 triliun untuk tahun 2027, yang terdiri dari sekitar Rp900 miliar untuk program kementerian dan Rp622 miliar untuk pemulihan ekonomi akibat bencana di wilayah Sumatra. Pengajuan ini disampaikan Menteri UMKM Maman Abdurrahman dalam rapat bersama Komisi VII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 31 Agustus 2026.
Rincian pagu indikatif dan usulan tambahan
Kementerian Keuangan telah menyetujui pagu indikatif Kementerian UMKM sekitar Rp459,13 miliar. Pagu itu terbagi untuk beberapa pos belanja yang mendukung operasional dan program kementerian.
| Pos Anggaran | Nominal (Rp miliar) |
|---|---|
| Belanja pegawai | 115 |
| Operasional dan pemeliharaan | 84 |
| Prokesra Produktif | 215 |
| PNBP LLP UMKM | 44 |
| Total pagu indikatif | 459,13 |
Selain pagu yang sudah ditetapkan, Maman menjelaskan usulan tambahan sekira Rp1,5 triliun tidak sepenuhnya untuk program kementerian. Sebagian dialokasikan untuk pemulihan ekonomi pasca-bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
"Nah di dalam pengusulan tambahan itu, ini terbagi total usulan yang kita ajukan adalah 1,5 triliun kurang lebih,"
Alokasi untuk pemulihan ekonomi Sumatra
Dari total usulan tambahan, Maman menyatakan sekitar Rp900 miliar benar-benar untuk program Kementerian UMKM. Sisanya sekitar Rp622 miliar dialokasikan untuk pemulihan ekonomi akibat bencana di tiga provinsi Sumatra.
"Di mana 1,5 triliun itu di dalamnya itu ada tambahan anggaran untuk Aceh. Jadi itu bukan sepenuhnya untuk Kementerian UMKM,"
Maman menegaskan kembali pembagian tersebut: sekitar Rp900 miliar untuk program internal kementerian dan Rp622 miliar untuk pemulihan ekonomi bencana Sumatra.
Jadwal pemulihan dan kelanjutan program
Kementerian UMKM mencatat pemulihan ekonomi untuk wilayah terdampak telah direncanakan untuk 2026, 2027, dan 2028. Menurut Maman, pemerintah akan mempercepat pemulihan usaha mikro di tiga provinsi itu pada tiga bulan terakhir 2026, lalu melanjutkannya pada 2027.
Jika usulan tambahan disetujui, jumlah anggaran kementerian setelah digabung dengan pagu yang sudah ditetapkan menjadi sekitar Rp1,98 triliun.
Usulan ini disampaikan dalam forum parlementer dan menjadi bagian dari pembahasan anggaran yang sedang berjalan antara Kementerian UMKM dan DPR.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...