Teknologi

Teleskop Roman Mulai Terbang Mandiri Menuju Orbit L2

Bagikan:
Teleskop Nancy Grace Roman mengarah ke orbit L2 setelah pemisahan dari Falcon Heavy

Teleskop Nancy Grace Roman berhasil berpisah dari tahap kedua roket SpaceX Falcon Heavy pada Minggu, 30 Agustus pukul 07.57 waktu setempat dan kini terbang secara mandiri menuju titik Lagrange kedua Matahari-Bumi (L2).

Pemisahan dan awal misi

Roman memulai perjalanan bebas setelah pemisahan dari roket peluncur. Tim misi melaporkan komunikasi awal melalui satelit pelacak dan penerus data NASA, yang menandai fase transit menuju orbit operasional.

Lokasi tujuan teleskop berada sekitar satu juta mil dari Bumi. Di sana Roman akan beroperasi untuk menjalankan program ilmiah utama setelah sampai.

Dukungan komunikasi dan pelacakan

Selama transit dan operasi nanti, beberapa jaringan akan memastikan komunikasi dan navigasi Roman berjalan baik. Near Space Network akan menjadi saluran pengiriman data ilmiah berkecepatan tinggi saat observatorium mengumpulkan hasil penelitian.

Sementara itu, Deep Space Network akan menyediakan data pelacakan presisi. Data tersebut mencakup pengukuran jarak dan sudut untuk menentukan posisi teleskop di ruang angkasa.

Selain dukungan NASA, dua badan antariksa mitra juga memberi bantuan komunikasi:

  • ESA melalui stasiun bumi New Norcia.
  • JAXA melalui stasiun Misasa.

Pemasangan panel surya dan pelindung termal

Kira-kira 30 menit setelah pemisahan, Roman dijadwalkan membuka Solar Array Sun Shield. Perangkat ini berfungsi ganda sebagai pembangkit listrik dan pelindung termal untuk menjaga instrumen tetap dingin.

Empat panel luar akan bergerak ke posisi dan melengkapi susunan menjadi enam panel surya. Dengan panel terbentang, teleskop memperoleh pasokan listrik yang diperlukan untuk sistem dan instrumen selama perjalanan menuju L2.

Arah selanjutnya dan implikasi

Tim misi terus memantau kondisi teleskop selama transit. Pengoperasian komunikasi dan pelacakan intensif akan menjaga keamanan dan akurasi navigasi Roman sampai memasuki orbit operasionalnya.

Setelah mencapai L2 dan menjalankan kalibrasi, Roman akan mulai mengirimkan data ilmiah yang diharapkan memperkaya studi kosmologi dan astronomi. Dukungan internasional dari ESA dan JAXA memperkuat kemampuan misi ini untuk mempertahankan operasi jangka panjang.

Naufal Hakim
Penulis
Naufal Hakim

Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.

Berita Terkait