LPDB Apresiasi KSP Balo’ta Dampingi 40 KDKMP di Tana Toraja
LPDB Koperasi memberikan apresiasi kepada KSP Balo’ta di Tana Toraja karena konsisten mengelola pembiayaan dan mendampingi 40 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Kunjungan LPDB bertujuan meninjau kinerja, pemanfaatan dana bergulir, dan potensi penguatan koperasi ke depan.
Rekam jejak pembiayaan dan apresiasi
Direktur Utama LPDB Koperasi, Krisdianto, menilai rekam jejak KSP Balo’ta sangat baik. Koperasi dinilai taat mengembalikan pembiayaan dan menggunakan dana sesuai tujuan program.
“Dengan reputasi KSP Balo’ta selama ini kepada LPDB, baik dari sisi pinjaman yang diberikan maupun pengembaliannya, Balo’ta termasuk yang terbaik karena tidak pernah cacat dari sisi pengembalian maupun pemanfaatannya kepada anggota,” kata Krisdianto.
Kunjungan ini juga dimaksudkan untuk menggali potensi penguatan kelembagaan dan perluasan manfaat pembiayaan.
Pendampingan 40 KDKMP dan pengurusnya
KSP Balo’ta secara mandiri mendampingi sekitar 40 KDKMP yang tersebar di dua kabupaten di Tana Toraja. Pendampingan menyasar pengurus dan tata kelola koperasi desa/kelurahan.
- Pendampingan tata kelola
- Pembinaan aspek manajerial
- Penguatan kapasitas sekitar 200 pengurus KDKMP
LPDB menyambut baik inisiatif ini karena memperluas dampak dana bergulir ke tingkat desa.
Dukungan pembiayaan dan manfaat bagi anggota
Ketua KSP Balo’ta, Dedi Bongga, menyampaikan terima kasih atas perhatian LPDB. Hubungan dengan LPDB berlangsung sekitar satu dekade dan telah mendukung modal kerja secara bertahap.
“Selama kurang lebih 10 tahun, kami secara bertahap diberikan bantuan modal kerja. Kurang lebih sudah 10 kali hingga saat ini,” kata Dedi.
Menurut Dedi, dukungan ini membantu sekitar 15.000 anggota, termasuk pelaku usaha kecil dan menengah, untuk mendapatkan layanan pembiayaan.
Sinergi antara KSP Balo’ta dan KDKMP
Krisdianto menjelaskan pola pemanfaatan pembiayaan tidak hanya memperkuat usaha KSP Balo’ta, tetapi juga mendukung ekosistem KDKMP. Anggota Balo’ta yang menjadi anggota KDKMP bisa memperoleh pinjaman untuk mengembangkan usaha dan memasok kebutuhan gerai KDKMP.
“Anggota Balo’ta yang notabene nantinya juga sebagai anggota KDKMP akan terbantu dengan pinjaman yang diberikan oleh Balo’ta yang berasal dari dana LPDB untuk membantu kegiatan usahanya,” jelas Krisdianto.
Ia menilai pola ini menciptakan sinergi yang kuat antara KSP Balo’ta dan program KDKMP sebagai prioritas kementerian koperasi.
Kesimpulan: LPDB berencana melanjutkan dukungan kepada KSP Balo’ta mengingat peran strategisnya dalam memperluas manfaat pembiayaan ke tingkat desa. Pendampingan dan pembiayaan yang berkesinambungan diharapkan memperkuat kapasitas koperasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...