Ekonomi

KAI Realisasikan 77,37% Peningkatan Keselamatan 145 Perlintasan

Bagikan:
Petugas memeriksa perlintasan sebidang kereta api untuk peningkatan keselamatan

PT Kereta Api Indonesia (KAI) melaporkan capaian peningkatan keselamatan pada 145 perlintasan sebidang, atau setara 77,37 persen dari target 190 perlintasan prioritas. Data perkembangan infrastruktur ini dirilis pada Sabtu, 29 Agustus 2026, dan mencakup pemasangan fasilitas pengamanan, rumah penjaga, rambu, serta instalasi perangkat komunikasi untuk melindungi aktivitas warga di sekitar rel.

Capaian pekerjaan dan target

Pekerjaan fisik yang diklaim selesai berkisar pada pemasangan fasilitas pendukung keselamatan di titik-titik prioritas. Manajemen KAI menyatakan capaian ini merupakan langkah strategis untuk menurunkan risiko kecelakaan di perlintasan sebidang.

Perbaikan diarahkan pada sejumlah elemen teknis, antara lain:

  • Pemasangan fasilitas pengamanan,
  • Pembangunan dan perbaikan rumah penjaga,
  • Pemasangan rambu lalu lintas di sekitar lintasan,
  • Instalasi perangkat komunikasi antarpihak.

Penjelasan manajemen KAI

Direktur Utama KAI menegaskan keselamatan sebagai prioritas utama operasional. Ia menyebut peningkatan fasilitas dan penguatan penjagaan sebagai upaya utama, serta menekankan pentingnya kolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat.

"Keselamatan merupakan prioritas utama dalam operasional kereta api. KAI terus melakukan berbagai langkah peningkatan keselamatan melalui pembangunan fasilitas pendukung, penguatan penjagaan, serta kolaborasi bersama pemerintah dan masyarakat. Kami mengajak seluruh pengguna jalan untuk selalu berhati-hati dan mematuhi aturan saat melintas di perlintasan sebidang,"

Pemetaan, verifikasi, dan fokus penanganan

Vice President Corporate Communication KAI memaparkan data pemetaan yang menjadi basis penanganan. Di wilayah operasional tercatat 3.674 perlintasan, termasuk 1.864 titik yang berpenjaga resmi milik perusahaan.

KAI telah melakukan verifikasi terhadap 1.638 perlintasan. Dari hasil verifikasi tersebut, ditetapkan 1.404 perlintasan sebagai target peningkatan keselamatan sesuai kondisi lapangan dan kebutuhan.

Data tambahan menunjukkan ada 907 perlintasan tanpa penjaga dan 903 titik yang belum tercatat resmi. Sebanyak 1.810 lokasi saat ini menjadi fokus utama penanganan keselamatan di jaringan nasional.

Penguatan petugas dan pelatihan

KAI juga memperkuat kesiapan sumber daya manusia. Kontrak Petugas Penjaga Pintu Perlintasan ditandatangani pada 12 Agustus 2026, pelaksanaan On Job Training telah dimulai, dan program pendidikan serta pelatihan petugas dilakukan secara bertahap.

"Keselamatan di perlintasan sebidang membutuhkan kedisiplinan bersama. Perilaku sederhana seperti berhenti, melihat kondisi sekitar, dan memastikan aman sebelum melintas dapat mencegah risiko kecelakaan,"

Imbauan bagi pengguna jalan

KAI mengimbau pengguna jalan agar selalu berhati-hati dan mematuhi aturan saat melewati rel aktif. Langkah sederhana, seperti berhenti sejenak untuk memastikan lintasan aman, dinilai krusial untuk mencegah insiden.

Dengan progres saat ini, upaya KAI akan berlanjut untuk menyisir sisa target dan menyelesaikan penanganan di lokasi-lokasi prioritas demi meningkatkan keselamatan nasional pada jaringan perlintasan sebidang.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait