Ekonomi

Saham BYAN Mengemuka, IAW Ingatkan Pengawasan Regulator

Bagikan:
Grafik pergerakan saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) dan catatan pengawasan regulator

Pergerakan saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN)

Kronologi singkat dan rumor kepemilikan

Rumor menyebut sekitar 62,2 persen saham BYAN menjadi objek pembicaraan, dengan nama pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad muncul sebagai calon pembeli. Sebelumnya saham BYAN naik hampir 20 persen pada 18 Agustus 2026 dan menyentuh Auto Reject Atas di level Rp17.275 per saham.

Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta penjelasan kepada perseroan atas pergerakan harga tersebut. BYAN menyatakan tidak mengetahui adanya rencana pengambilalihan, sementara JARR juga menyatakan tidak berencana mengakuisisi BYAN. Belakangan Bloomberg News melaporkan adanya pembicaraan penjualan saham mayoritas yang dipimpin oleh Haji Isam, namun pembicaraan masih berlangsung.

Apa yang harus diawasi regulator?

Iskandar menegaskan bahwa perubahan pengendalian tidak otomatis menjadi pelanggaran hukum. Meski demikian, ia menilai seluruh rangkaian peristiwa harus ditelusuri secara menyeluruh jika transaksi terealisasi.

Kalau benar nanti terjadi perubahan pengendalian, yang harus diperiksa bukan hanya siapa pembelinya. Ini perlu jadi perhatian

Menurut Iskandar, pemeriksaan perlu mencakup waktu pembicaraan, pihak yang mengetahui informasi material, serta aktivitas perdagangan saham sebelum pengumuman publik.

Indikator dugaan pelanggaran dan langkah pemeriksaan

IAW mengingatkan bahwa kenaikan harga dan volume perdagangan bukan bukti semata dugaan pelanggaran. Dugaan perdagangan orang dalam atau manipulasi pasar perlu dibuktikan berdasarkan hubungan pihak, informasi, waktu, dan transaksi.

Iskandar merinci beberapa aspek yang mesti ditelaah oleh regulator:

  • Kapan pembicaraan dimulai dan siapa pihak yang mengetahui informasi material.
  • Aktivitas perdagangan sebelum dan selama periode pembicaraan.
  • Peran perantara atau pihak ketiga yang terlibat dalam negosiasi.

Peran BEI dan OJK

Iskandar menilai BEI berperan penting mengawasi pola perdagangan sesuai kewenangannya, tetapi tidak bisa mengetahui semua negosiasi korporasi yang berlangsung tertutup.

BEI bukan paranormal. Tetapi BEI adalah penjaga pasan. Karena itu, setiap indikasi perdagangan yang memerlukan pemeriksaan perlu ditindaklanjuti sesuai ketentuan

Sementara itu, OJK harus memastikan pemenuhan ketentuan keterbukaan informasi, termasuk pengungkapan perubahan kepemilikan, identitas pengendali baru, dan perlindungan bagi pemegang saham publik bila terjadi perubahan pengendalian.

Kondisi saat ini dan rekomendasi

Hingga akhir Agustus 2026, rencana pengambilalihan sekitar 62,2 persen saham BYAN belum menjadi transaksi resmi. Belum ada dasar untuk menyimpulkan perdagangan orang dalam, manipulasi pasar, atau pelanggaran hukum lainnya.

IAW mendorong regulator menelusuri seluruh rangkaian informasi sejak awal pembicaraan jika transaksi benar terealisasi. Tujuannya untuk menjaga keterbukaan informasi dan kepercayaan investor terhadap pasar modal.

IAW juga mengingatkan agar pernyataan BYAN dan JARR dinilai berdasarkan informasi yang saat itu tersedia, bukan berdasarkan hasil akhir dari proses yang belum jelas.

Farhan Azhar
Penulis
Farhan Azhar

Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.

Berita Terkait