Hiburan

Pemain 'Lobang Buaya' Perdalam Riset Sejarah untuk Peran

Bagikan:
Pemain film Lobang Buaya diskusi riset sejarah untuk akting di konferensi pers Jakarta

'Lobang Buaya: 309 Hari Sebelum Tragedi Berdarah' mengandalkan riset sejarah agar aktor bisa menghadirkan suasana Indonesia tahun 1964. Para pemeran, termasuk Baskara Mahendra, Carissa Perusset, Anya Zen, dan Mathias Muchus, mengungkap proses pendalaman itu dalam konferensi pers di Senayan City XXI, Jakarta, Jumat, 28 Agustus 2026.

Riset mendasar untuk membangun suasana

Tim produksi menekankan riset sebagai dasar akting. Para aktor mempelajari bukan hanya peristiwa di Lobang Buaya, tetapi juga pola hidup dan interaksi sosial masyarakat pada masa itu. Langkah ini dimaksudkan agar penonton merasakan nuansa zaman yang menjadi latar cerita.

Metode yang dipakai meliputi studi bahasa tubuh, dialek, hingga cara berbicara sehari-hari pada era 1960-an. Pendekatan detail membantu pemeran menghidupkan karakter secara autentik.

"Selain kejadiannya, kita juga riset mengenai bagaimana orang zaman dulu berbicara. Itu unsur penting dalam pembuatan film, supaya kita bisa membawa penonton untuk bener-bener balik ke masa itu,"

— ujar Anya Zen saat konferensi pers film tersebut.

Pemeran dan ketertarikan pada sejarah

Baskara Mahendra mengaku punya ketertarikan terhadap sejarah sejak sekolah. Kecintaannya pada narasi sejarah memperkaya proses pendalaman peran dan diskusi internal kru.

"Kalau buatku pribadi, memang senang banget sama sejarah, dan itu pelajaran yang aku suka. Aku juga tipe orang yang senang nongkrong sama teman-teman ngebahas sejarah, siapa sih dalangnya, kenapa ditutup-tutupin,"

— kata Baskara, menjelaskan bahwa proyek ini menjadi ruang baginya untuk menggali aspek-aspek sejarah yang jarang dibahas di buku pelajaran.

Carissa Perusset turut menilai proses produksi memberinya banyak pengetahuan sejarah. Ia menyebut belajar banyak dari sutradara Hanung Bramantyo serta rekan-rekannya, khususnya Baskara dan Anya.

"Kalau aku dapet banyak pengetahuan dari Mas Hanung, Baskara, dan Anya. Kalau soal sejarah, mereka lebih paham dibanding aku,"

Sinopsis singkat

Film ini berkisah tentang teror pembunuhan berantai di Desa Lobang Buaya yang terjadi setiap tanggal 30. Korban ditemukan dengan punggung berlubang dan jejak yang dianggap merefleksikan sifat buruk sang korban. Letnan Soegeng, diperankan Baskara Mahendra, ditugaskan menyelidiki rangkaian kejadian itu.

Penyelidikan Soegeng mengarah pada berbagai dugaan tentang sosok yang disebut Hantu Bolong, yang dipercaya berkaitan dengan teror dan menimbulkan keresahan warga desa.

Jejak festival dan jadwal rilis

Sebelum tayang di Indonesia, film ini diputar di International Film Festival Rotterdam pada Januari 2026. Film ini juga masuk nominasi B-Extreme pada Bucheon International Fantastic Film Festival di Korea Selatan. Proyek ini merupakan kolaborasi Adhya Pictures dan Dapur Film.

'Lobang Buaya: 309 Hari Sebelum Tragedi Berdarah' dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 1 Oktober 2026.

Dengan pendekatan riset yang mendalam, film ini berpotensi membuka diskusi publik tentang peristiwa sejarah yang menjadi latar cerita, sekaligus menampilkan akting yang berakar pada kajian historis.

Tiara Permata
Penulis
Tiara Permata

Jurnalis hiburan yang fokus pada dunia selebritas, film, musik, dan budaya populer.

Berita Terkait