Hiburan

Jakstrings: Chamber Music Festival 2026 Eksplorasi Musik Bersenar

Bagikan:
Pemain gitar klasik tampil dalam Chamber Music Festival Jakstrings di Taman Ismail Marzuki

Chamber Music Festival 2026 bertajuk Jakstrings digelar 28–30 Agustus 2026 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat. Festival ini diselenggarakan oleh Komite Musik Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) untuk mengeksplorasi karya kontemporer berbasis instrumen bersenar dan mempertemukan pemain ensemble dari berbagai latar.

Sejarah dan tujuan festival

Chamber Music Festival bermula pada 2001 sebagai wadah mahasiswa Jakarta untuk bereksperimen musik. Gitaris klasik Hery Budiawan menjelaskan perkembangan itu saat konferensi pers di TIM, Sabtu, 29 Agustus 2026.

"Semuanya itu yang anggotanya adalah mahasiswa dan alumni. Mayoritas mahasiswa aktif, 90 persen dan 10 persennya alumni, ini sudah generasi ke sepuluh,"

Festival kali ini, yang dinamai Jakstrings, menekankan permainan ensemble bersenar sebagai titik temu kreativitas. Selain konser, acara menjadi ruang diskusi teknik dan kolaborasi bagi musisi muda dan alumni.

Tantangan permainan gitar ensemble

Hery menyoroti perbedaan bermain gitar solo dan ensemble. Volume instrumen yang relatif kecil membuat posisi suara dan keseimbangan menjadi kunci. Ia menerangkan bahwa setiap pemain harus menyesuaikan diri agar bentuk ensemble jelas dan terdengar seimbang.

"Karena volumenya kecil, kami perlu memahami bagaimana mengatur kedudukan suara agar bentuk ensemble terasa dan terdengar seimbang. Setelah ensemble terbentuk, muncul tantangan baru karena setiap pemain memiliki tempo masing-masing yang harus disatukan melalui latihan bersama,"

Latihan bersama menjadi langkah penting untuk menyatukan tempo dan dinamika. Proses itu juga mendorong munculnya ensemble-ensemble kecil yang memperkaya warna musik lokal.

Peran konduktor dan kolaborasi

Dalam beberapa situasi konser, penggunaan konduktor dipakai untuk menjaga tempo dan kekompakan. Menurut Hery, keputusan memakai konduktor bergantung pada kebutuhan pertunjukan serta kompleksitas karya.

"Kami belajar menyepakati tempo dan bermain bersama, menggunakan konduktor, tetapi situasinya bergantung pada kebutuhan konser yang berlangsung. Penggunaan konduktor menyesuaikan situasi pertunjukan, terutama ketika pemain membutuhkan arahan untuk menjaga tempo dan kekompakan selama konser,"

Pengalaman ini memacu kreativitas kolektif. "Dari Jakarta dan Senar lahirlah ensemble-ensemble kecil, sehingga ruang bermain bersama berkembang dan memiliki warna berbeda," tambahnya.

Jadwal, pemain, dan prospek

Konser berlangsung selama tiga hari di Taman Ismail Marzuki. Penonton dapat menikmati performa pemain musik klasik dan ensemble yang mengeksplorasi repertoar kontemporer Indonesia.

  • Asep Hidayat
  • Hery Budiawan
  • Noah Revevalin

Jakstrings diharapkan membuka lebih banyak kesempatan kolaborasi antarmusisi bersenar dan memperkuat ekosistem musik kontemporer di Jakarta. Festival ini juga menjadi arena latihan praktis untuk meningkatkan kepekaan tempo, keseimbangan bunyi, dan keterampilan ensemble bagi generasi muda musisi.

Tiara Permata
Penulis
Tiara Permata

Jurnalis hiburan yang fokus pada dunia selebritas, film, musik, dan budaya populer.

Berita Terkait