Mayoritas Warga Banten Alami Hipertensi dan Diabetes
Gubernur Banten Andra Sonihipertensi (tekanan darah tinggi) dan diabetes. Pernyataan itu disampaikan saat peninjauan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di kantor Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Senin, 31 Agustus 2026. Hasil pemeriksaan massal di kabupaten/kota menunjukkan kedua penyakit ini menonjol dan berisiko menimbulkan komplikasi.
Temuan pemeriksaan: hipertensi paling tinggi
Andra Soni menjelaskan bahwa dari kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis, hipertensi merupakan temuan tertinggi di sejumlah daerah. Ia menyebut data agregat mencapai 6,4 juta warga, dengan angka tertinggi ditemukan di Tangerang Selatan.
“Dua hal ini adalah penyebab utama dari komplikasi,”
“Agregat aja. 6,4 juta warga dan yang tertinggi itu Tangerang Selatan,”
Menurutnya, tidak ada fenomena baru; yang berubah adalah kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kesehatan sehingga kasus lebih mudah terdeteksi.
Akses layanan lanjutan tersedia
Gubernur mendorong warga yang mendapat diagnosis untuk segera menindaklanjuti ke fasilitas kesehatan setempat. Di Kota Tangerang Selatan, Andra menyebut ketersediaan fasilitas yang bisa dimanfaatkan.
- 35 Puskesmas
- 3 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)
Ia menegaskan bahwa hipertensi dan diabetes dapat dikendalikan asalkan terdeteksi lebih dini dan pengobatan atau pengelolaan penyakit dijalankan secara teratur.
“Beragam ya, tapi ada dua yang menonjol yakni diabetes dengan hipertensi,”
Kunjungan gubernur dan dukungan daerah
Bupati Tangerang Maesyal Rasyid turut mendampingi Gubernur saat peninjauan program CKG di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang. Kegiatan itu juga dirangkaikan dengan penanganan stunting serta pemeriksaan dan penanganan Tuberkulosis (TBC).
“Beliau juga mengingatkan agar masyarakat Kabupaten Tangerang dapat terus melaksanakan cek kesehatan gratis,”
Maesyal menyatakan program ini bagian dari upaya pemerintah meningkatkan derajat kesehatan melalui deteksi dini dan pencegahan penyakit.
Implikasi dan langkah berikut
Peningkatan pemeriksaan kesehatan mendorong deteksi dini, namun juga menuntut kesiapan layanan kesehatan primer. Pemerintah daerah didorong meningkatkan kapasitas puskesmas dan rumah sakit untuk pengelolaan hipertensi, diabetes, serta rujukan bila diperlukan.
Dengan data yang lebih lengkap, daerah bisa merancang program pencegahan, edukasi, dan pengobatan terintegrasi untuk menurunkan risiko komplikasi jangka panjang.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
Mengenal Ikan Sidat: Omega-3 Tinggi, Potensi Pangan dan Ekonomi
Ikan sidat kaya Omega-3 (DHA & EPA) dan nutrisi lain, berpotensi jadi sumber pangan bergizi sekaligus komodi...
Paparan Panas Ancaman Kulit: Wardah Perkenalkan Sunscreen dengan Heat Defense
Wardah perkenalkan sunscreen dengan teknologi Heat Defense pada acara di Jakarta, 3 Oktober 2026, untuk lind...
Hari Hewan Sedunia: 5 Penyakit Zoonosis yang Perlu Diwaspadai
Pada Hari Hewan Sedunia (4 Okt), kenali 5 penyakit zoonosis utama, cara penularan, dan langkah pencegahannya...
Dinkes Jabar: Influenza Tipe A Mudah Menular dalam Keluarga
Dinkes Jawa Barat ingatkan influenza tipe A mudah menular di keluarga; isolasi mandiri dan pakai masker pent...
Nakes Tangerang Inspeksi Jajanan Sekolah untuk Cegah Pangan Tak Aman
Nakes Tangerang inspeksi jajanan sekolah untuk memastikan kebersihan, keamanan pangan, dan mendukung tumbuh...
Tangerang Waspadai Influenza Tipe A: Dinkes Imbau Orang Tua Waspada
Dinkes Kota Tangerang imbau orang tua waspada terhadap influenza tipe A; Kabupaten Tangerang melaporkan stat...