Danantara Housing Expo Catat Transaksi Rp2 Triliun
Danantara Housing Expo 2026 yang berlangsung selama empat hari di NICE PIK 2, Tangerang, ditutup dengan catatan transaksi signifikan: sekitar 1.000 lebih akad pembelian rumah senilai total sekitar Rp2 triliun dan dihadiri sekitar 40 ribu pengunjung. Pameran ini digelar untuk memperluas akses hunian dan memperkuat sinergi lintas sektor.
Hasil transaksi dan pengunjung
Pameran perumahan yang diselenggarakan BUMN tersebut berhasil menyedot antusiasme pasar, khususnya minat pada rumah subsidi. Jumlah pengunjung yang mencapai puluhan ribu menandai permintaan yang kuat di segmen hunian terjangkau.
Para pengunjung melakukan lebih dari seribu akad pembelian selama pameran, menghasilkan nilai transaksi yang dicatat sebesar sekitar Rp2 triliun. Keberhasilan ini dianggap sebagai indikator bahwa program perumahan bersubsidi masih menjadi titik fokus kebijakan dan pasar.
Rencana pengembangan pameran
Penyelenggara berencana memperbesar skala Danantara Housing Expo pada penyelenggaraan berikutnya. Langkah ini ditujukan untuk menampung lebih banyak developer dan calon pembeli, serta memperluas ragam produk yang ditawarkan.
Tahun depan kita buat lebih besar, lebih bagus. Yang paling banyak hari ini kan rumah subsidi. Ada 50 developer rumah subsidi,
Keterangan di atas disampaikan oleh Kepala BP BUMN terkait penyelenggaraan dan evaluasi pameran perumahan ini.
Dampak ekonomi dan ekosistem
Danantara Housing Expo tidak hanya memfokuskan manfaat pada sektor properti. Pameran ini juga mengundang pelaku dari sektor pembiayaan, UMKM, kuliner, dan industri kreatif, sehingga efek ekonominya meluas ke berbagai lapisan usaha.
- Pembiayaan: lembaga kredit dan perbankan menawarkan produk KPR dan subsidi.
- UMKM: penyedia bahan bangunan, dekorasi, dan jasa terkait mendapatkan akses pasar baru.
- Kuliner dan kreatif: pelaku ekonomi kreatif memperoleh kesempatan promosi dan penjualan.
Kolaborasi antar-sektor ini diharapkan menjadi sinergi jangka panjang untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional.
Prospek dan langkah ke depan
Dengan hasil transaksi dan tingginya minat masyarakat terhadap rumah subsidi, penyelenggara menilai ada ruang untuk memperluas program dan jumlah peserta pameran. Rencana penguatan ekosistem, peningkatan kuota developer, dan variasi produk hunian menjadi fokus untuk acara mendatang.
Ke depan, Danantara Housing Expo diharapkan terus menjadi platform penghubung antara pemerintah, BUMN, pengembang, dan masyarakat, sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi penyerapan tenaga kerja dan pertumbuhan usaha kecil menengah di sektor terkait.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...